PRAHARA YG MELULUH LANTAKAN PERSAUDARAAN

Anda Kami Undang 

 REUNI-AKBAR 50th SMAN

REUNI-AKBAR 50th SMANKiriman email bang Hamid tentang reuni emas SMA Negeri Banyuwangi, serta himbauanya untuk memberikan cerita semasa di SMA sungguh suatu tantangan yang menarik, apalagi saat ini saya lagi menulis pengalaman saya Secangkir Teh Manis di Pagi hari dalam blog saya . Tetapi aneh , pikiran saya benar benar kosong, hanya rasa kesal dan gerutu saja yang saya dapat.Saya memiliki banyak kawan sejak SMP dan SMA tetapi rasanya begitu SMA selesai kami benar putus, tidak seperti senior saya atau yunior saya yang masih ada hubungan erat . Saya berpikir keras bagaimana hal itu bisa terjadi..Dan ketika saya mendapat undangan untuk beristirahat di villa Mega Mendung dan ada kesempatan diskusi dengan kawan kawan sebaya, ternyata masalahnya sama. Dan siapakah yang meluluh lantakan persaudaraan atau persahabatan itu …….Tiada lain adalah peristwa G.30.S………….Pikirankupun melesat meliwati masa panjang untuk mengingat kembali masa masa itu.. Sejak masa Sekolah Rakyat, saya memiliki pergaulan yang sekarang disebut plural. Saya biasa berteman dengan kawan yang Tionghoa, Arab, India…..Kawan India saja adalah pemberi informasi terakurat untuk padanan bahasa Indonesia, karena satu satunya siswi yang memiliki kamus bahasa Indonesia. Kawan Tionghoa saya adalah penyampai berita bahwa di Kelenteng ada pertunjukan wayang, karena saya penggemar wayang.Kawan Arab saya adalah yang selalu mengajak makan gulai dan sate setelah sembahyang Hari Raya ( Idul Adha dan Idhul Fitri). Di SMP dan sampai SMApun kami masih berhubungan dengan baik. Waktu SMP,cara bergaul kami mulai berkembang, disamping persahabatan yang Tradisional dan pluralis Arab, India, Tionghoa, saya juga memiliki kelompok yang akrab yaitu B, H.S. (tempat kami cur hat, dan belajar bersama). Entah bagaimana ceritanya kawan kawan erat saya memiliki kecenderungan berbedabeda, walaupun kami tetap kompak. Saya mengenang B yang pendek dengan dada bidang dengan senyumnya , anak pegawai negeri yang mulai aktip di IPPI.Saya mengenang H. yang ganteng, putih dan pandai bermain gitar, putra mantan pegawai perusahaan asing yang sangat kaya, mulai aktip di GSNI, saya mengenang S putra yang berperawakan sedang , kulit gelap ,dengan nada bicara yang lantang, mulai terkagum kagum dengan lagu lagu LEKRA.Sedang aku mulai terlibat dalam organisasi pelajar keagamaan. Saya berada dalam pusaran pergaulan itu. Saya sangat menyenangi mereka. Kami bergaul biasa, bicara tentang pelajaran, bicara tentang gadis, tetapi kami juga bicara tentang organisasi.Kami dalam organisasi yang berbeda beda dan bersaing tetapi rasanya tidak ada yang dapat memutuskan persahabatan kami. Menginjak SMA, kami makin dalam terlibat dalam organisasi itu, sekali waktu kami berdebat sangat serius ketika ketika ada acara di SMA, ada kader yang baru mendapat indoktrinasi dari Jakarta, berbicara di aula SMA.Kami terkagum kagum tetapi saya merasa sangat tersinggung , ketika seorang pembicara, mengemukakan bahwa wanita itu terbuat dari tulang rusuk pria.Maka saya mencari pinjaman buku untuk membantah itu. Kebetulan mentorku pak Thoyib pegawai urusan agama memiliki buku yang saya perlukan. Lalu kutulislah bantahan itu dalam majalah dinding sekolah. Mulai saat itu seorang guru menyebut saya TROUBLE MAKER. Tetapi persahabatan kami,dengan B,H,S, biasa saja. Saya masih suka kumpul setelah sekolah, dengan B kami masih bermain main kalau hari libur. Kalau sebelumnya kami bicara organisasi, sekarang kami mulai bicara tentang politik. Kami sekali waktu berdiskusi tentang sosialime itu apa?,NASAKOM, NASASOS mana yang benar…… setelah itu ya bisa kembali, kami bicara pelajaran ,cur hat dan kesenian ……….rasanya biasa biasa saja,.Ketika saat ujian sudah mulai dekat, yang terdengar malah genderang Revolusi Belum Selesai dan Ganyang Malaysia ditabuh semakin keras….. Dan di bulan September itu, halilintar itu meledak dengan sangat dahsyat……S lebih dulu menyampaikan ada kejadian yang luar biasa di Jakarta. Dan secepat itu sekolah dinyatakan libur……kami pulang ,dan saya langsung berkemas pulang ke Rogojampi. Gerakan 30 September PKI, membunuh para jendral dan coup d etat pemerintahan yang sah. Politik itu telah membelah kami…….persahabatan itu terputus karena telah tidak saling ketemu lagi, tetapi saya harus menerima bahwa ada sesuatu yang berbeda. Suasana perbedaan itulah yang membelah kami……dan berjalan tanpa kita sadari , semakin jauh ,semakin jauh sahabatku, semakin sibuk dengan pekerjaaan , semakin sibuk dengan karir, semakin jauh kita berpisah. Dan ketika berita reuni Emas itu datang, saya mengenang kawan ku dengan rindu…….apakah ketika sudah menjadi kakek kakek, aku masih bisa datang ke reuni itu, dan bertemu denganmu………..Duh rabb, nopo rencang kulo taksih kenal kulo ….. Hei Bud, Har, Prap mugo mugo isun ketemu riko lan kelendi kabar riko.


4 Tanggapan to “PRAHARA YG MELULUH LANTAKAN PERSAUDARAAN”

  1. Prahara itu juga Pak yang mematikan generasi EMAS seangkatan saya. Sejak lulus SMA th’90 saya meninggalkan Sukorejo, lemahbangkulon Kec.Singojuruh. Sejak itu jarang kontak dengan teman-teman seangkatan.

    5 sampai enam tahun kemudian, saya pulang dan mencari teman2 lama. Betapa kaget, beberapa teman yang tergolong selalu ranking, di SD sampai SMA, sekarang tidak menjadi apa2, sebelumnya saya tidak begitu cermati, baru setelah salah satu teman akrap saya bercerita, saya paham. Ternyata bukan hanya teman2 saya saja yang jadi korban, banyak anak-anak pintar di desa kami yang tidak bisa berbuat banyak buat dirinya sendiri , apalagi untuk negeri ini. Mereka semua telah ditandai. Kemana2 selalu ditolak, bahkan ada lulusan UGM, sekarang jadi buka toko campuran di rumahnya.Padahal, sudah bekerja dan setelah ketahuan langsung dipecat. Mereka sebenarnya tidak tau apa2, dan orang tuanya pun hanya ikut2an.

    Memang bisa dimaklumi kalau melihat peristiwa th 1965, pertanyaannya adalah mengapa harus mematikan generasi berikutnya ? Tapi syukurlah sekarang, seiring reformasi, semua sudah berubah, sehingga generasi ke 3 bisa berbuat lebih banyak.

  2. He….2x Pak satu generasi kaleh Lek Thamrin. Lek Kardi, Lek Karno pun dhangu kulo mboten kepangge, Lek Thamrin (ponaane rencang kulo) terakhir kepangge th 90-an teng griyone, Tanah Kusir, Bintaro ( sebelah rumah Ortu Titik DJ).

  3. ya ya.. memang tragedi G-30S menmang enninggalkan luka yang sangat mendalam untuk bangsa kita, momen G-30S juga di jadikan sebagai ajang untuk balas dendam antar masyarakat, tidak sedikit mereka yang sebenarnya tidak terlibat tetapi di Fitnah oleh lawan kerja/karirnya. namun aku bangga dengan figur orang tua ku. dalam waktu yang cukup lama aku mencari bukti dan saksi hidup untuk mendapat info tentang sejarah orang tua, dulu aku sempat berfikir kalau seandainya ortu ku terlibat aku akan tetap bangga, karena sekarang telah menjadi jauh lebih baik, dan kalau pun tidak terlibat aku pun juga bangga karena ortu ku tidak dendam setelah mengetahui siapa-siap yang memfitnahnya. semoga sejarah itu dapat kita memetiknya menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat, Amiiinn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: