The internet connection appears to be offline. A simple preview is shown below.
*JEJER BANYUWANGI (Selayang pandang daerah Banyuwangi)
 
JEJER BANYUWANGI(Salayang pandang daerah BANYUWANGI) 
Banyuwangi adalah kabupaten terluas di Jawa yaitu 5800 km ,berpandangan indah, penduduk ramah, potensi alam melimpah. 

Banyuwangi, terletak diujung Timur p.Jawa, dengan bagian Barat dibatasi oleh gunung yang tinggi , Raung, Ijen. Dipuncaknya berselimut awan , menutupnya puncaknya yang meruncing , tanda dari sebuah gunung yang masih aktip (VULCANO), tetapi ada juga yang tidak aktip lagi, tetapi pesonanya yang luar biasa yaitu kawah Ijen ( yang menurut Laksamana Sudomo, mantan beberapa menteri), ” TIDAK ADA PAGI SEINDAH PAGI DIKAWAH IJEN”. Gunung gunung itu membentang seperti great wall di China, yang memeluk Banyuwangi, seperti seorang ibu yang memeluk putra putrinya dengan amat mesra.Dibawahnya terhampar dengan hutan asli , perkebunan kopi, teh, coklat, karet .Dan perkebunan perkebunan itu , menjadi ajang nostalgia wisatawan dari Belanda ,Inggris. Mungkin betapa bersyukurnya dia pernah menginjak tanah yang begitu indah. 
Orang dari Scotland , malah menganugerahkan nama daerah pada lembah cantik di bawah gunung Raung, yaitu Gleenmore, Gleen fallooch, Gleenlevis. 
Datanglah pada bulan Desember, ketika hujan membasahi bumi isteri setia adipati Sidopekso,Dewi Sritanjung, alam begitu harum dengan harumnya bunga kopi yang sedang mekar, seharum tanda bakti seorang istri , yang diragukan kesetiaanya oleh suaminya. Begitulah orang orang tua kami mengabarkan keanak cucunya tentang berita asal nama Banyuwangi. Cinta adalah kesetiaan yang harumnya semerbak sampai akhir jaman. 
Sedang sebelah utara, dibatasi hutan jati dan cagar alam yang sebagian , merupakan bagian daerah Situbondo. Tetapi binatang didalamnya(banteng, merak, burung indahlainnya) tidak pernah mengenal batas daerah itu . 
Dimusim hujan , hijau menyegarkan, tetapi dimusim kemarau , kering kerontang, yang tinggal pohon jati , tegak berdiri, kokoh dan berotot, seperti serdadu yang selalu siap berjaga. 

Sedang sebelah , timur dibatasi oleh .selat Madura, selat Bali dengan pantainya yg landai, dengan pasir bersih mengkilat, dan lautnya begitu jernih ,biru,ibarat selendang tenunan termasyhur dari India yang menutupi kaki dara jelita ketika duduk bersimpuh di teras rumahnya.Di Selatan dibatasi oleh lautan Hindia yg ombaknya bergulung gulung setinggi harapan para persilancar dunia, menghentak pantai terjal, dan menghempas pantai datar. Para persilancar dunia mengenalnya sebagai G.Land.

RUMAH YG JADI HOTEL. INDAH DAN MAHAL RUMAH YG JADI HOTEL di Carment USA. INDAH DAN MAHAL

 
Mengingatkan penulis sebuah kota kecil yang indah di California ,Carment , dengan debur ombak lautan Pasifik, dengan rumah kota kecil penuh bunga, dengan harga sewa yang selangit.(Sebuah hasil rekayasa orang yang bersyukur). Sedang G.Land , sebuah tempat yang menjadi bagian dari Alas Purwo, sebuah bagian surga yang masih tersisa di bumi.Di hutan nya anda bisa menjumpai banteng , menjangan, burung merak , dan semerbak bunga hutan, tetapi jangan salah seperti penulis, mengira harum bunga hutan, ternyata harumnya macan kumbang 
Meskipun secara geographis Banyuwangi terisolir ,tetapi Banyuwangi adalah lembah yang subur dengan pertanian dan hasil laut yang melimpah, sehingga menjadi bagian yang amat penting, dalam percaturan sejarah Nusantara. Pernah menjadi bagian kerajaan Majapahit dan Kerajaan Mataram , sesekali menjadi bagian kerajaan Bali,tetapi lebih dari itu Banyuwangi juga menarik perhatian banyak orang luar Nusantara, termasuk laksamana CHENG HO, GUBERNUR STANFFORT RAFLLES, BELANDA. 

Laksamana Cheng Ho mengenalnya sebagai lumbung pertanian dan hasil laut yang melimpah , sehingga laksamana perlu melanjutkan perjalanan ketimur, untuk menambah perbekalan logistiknya sebelum kembali Tiongkok, setelah berperang dengan kerajaan Majapahit.
Daerah yang dulu dikenal sebagai Blambangan ini adalah pemberi upeti cukup besar terhadap Majapahit ,juga pernah memberontak terhadap Majapahit ketika dibawah pemerintahan Raja Putri Tri Bhuwana Tungga Dewi ,karena perlakuan yang tidak adil .
Peristiwa besar ini telah terekam dengan baik pada hati rakyat sehingga menjadi Legenda. Disamping menjadi cerita lisan , pemberontakan ini sering diangkat dalam seni pertunjukan khas Banyuwangi.yaitu Damar Wulan.
Dalam seni Damarwulan ,Majapahit tidak mengirimkan Mahapatih Gajahmada , panglima perang yang paling mashur pada saat itu.untuk menumpas pemberontakan ini, tetapi mengirimkan seorang pemuda yang digambarkan berpenampilan seperti Arjuna dalam pewayangan yaitu raden Damarwulan
Seni pertunjukan ini sangat tragis,membuat tertawa tetapi rasa pedih luka tetap terasa ,karena mengakui kebesaran kerajaan Majapahit,yang melakukan pendekatan yang lemah lembut dan mengalahkan,tetapi tetap mengakui kepahlawanan Bhree Wirabhumi,(Menak Jinggo) .
Tragedy yang dapat menjadi pelajaran terbaik.Mengakui kekalahan tetapi tetap menjunjung kepahlawan.dan menghormati wibawa besar seorang pimpinan Begitulah kira kira pesan cerita ini .Dan ternyata cerita Damarwulan menjadi bacaan wajib sekolah di Malaysia , dalam cerita rakyat di Nusantara
Di zaman penjajahan Belanda , Banyuwangi tidak begitu menarik , karena daerah ini meskipun subur, tetapi tidak menghasilkan tanaman yang diperlukan Belanda , seperti , pala dan cengkeh

SIR STANFORD RAFLESS SIR STANFORD RAFLESS

 

Tetapi pada saat Inggris mengambil alih penjajahan Belanda di Nusantara, Gubernur Jendral Sir Stanford Raffles(1781 sampai dengan 1816) melihat potensi yang amat besar dari daerah ini,dan betapa strategisnya Banyuwangi untuk Bandar persinggahan menuju Australia, tanah harapan yang baru dibangun The Great Britain.
Maka pembangunan perkebunan karet, coklat, kopi, karet , jati , pisang, dimulai dan dilakukan secara besar besaran.
Banyuwangi tidak hanya strategis dan daerah yang amat potensial bagi The Great Britain tetapi juga sangat indah dan betapa terpesona orang The Great Britain atas keindahan alam Banyuwangi .
Sungai yang jernih ,lebar gemercik , menerjang batu batu dan kerikil yang keras dan hitam, dengan meliwati lembah dan bukit dan ditepinya tumbuh bunga bunga liar warna warni(seperti yang dilihat penulis ketika over land di Iggris) rupanya mengingatkan orang Inggris akan kampong halamannya, di Great Britain sana, maka diabadikanlah nama daerahnya , Glenmoore, Gleenfalloch, Gleenlevis,didaerah pegunungan Banyuwangi.( Glenmore asli ada West England, tetapi ada juga di Brown County di Northeastern, Winconsin, USA ,dan Queensland di Australia dan nama 2 0 lainnya didunia, lihat komentar)
Untuk keperluan pengiriman hasil Banyuwangi , Inggris membangun kantor dagang Inggris yang dikenal saat ini dengan Inggrisan,kantor pemerintahan, markas tentara, membangun pelabuhan, dan bersamaan itu pula mendatangkan bangsa 2 China, India, Maladiva, Arab, dan suku Jawa Madura ,Melayu, Bugis ke Banyuwangi. Maka Banyuwangi menjadi daerah yang multi Etnis .
Karena pembangunan yang pesat di zaman Inggris inilah, pelabuhan Banyuwangi menjadi persinggahan kapal kapal Inggris yang akan melanjutkan perjalanan ke Australia , dan pada saat yang sama mampu mengekspor hasil perkebunannya ,kopi, coklat , the ,karet dan juga pisang ke Australia.
Oleh karena itu ada versi lain yang mencatat ketika ketika Sir Stanfort Raffles harus menyerahkan kekuasaan ke Belanda., Banyuwangi dan Bengkulu tetap dipertahankan sebagai daerah kuasa Inggris karena secara de vacto Belanda tidak pernah menduduki Banyuwangi. Dan itu menjadi sangat penting ketika Raffles ditunjuk kembali menjadi Gubernur Bengkulu pada tahun 1818 sampai dengan 1819. Baru kemudian Raffles menyerahkan Bengkulu dan Banyuwangi ke Belanda , setelah BELANDA mengakui kewenangan Inggris untuk menguasai jalur laut Singapore dan membebaskan selat Malaka dari kekuasaan Belanda.
Bergaul dengan multi etnis , dibawah pemerintahan Inggris yang terbuka dan adanya sifat kemandirian orang Banyuwangi (Osing), menyebabkan orang Banyuwangi sangat terbuka, terhadap pengaruh dari luar, menyerap dengan intens pengaruh luar, tetapi tetap mempertahankan ke Banyuwangiannya(.Itulah yang membedakan orang Osing, dengan Tengger meskipun mereka berasal dari rumpun Majapahit.)
Atau sebaliknya pendatang itu terserap dalam Banyuwangi. Disangka asli Banyuwangi ternyata keturunan madura asli ,atau disangka orang Jawa padahal asli Banyuwangi
Oleh karena itu, mengapa di Banyuwangi menjadi daerah yang menarik semua Etnis.
Maka tidak saja orang Inggris , orang Chinapun merasa perlu menganugerahkan nama desanya pada desa di Banyuwangi yaitu Cungking.Seandainya dilakukan inventarisasi mungkin banyak desa di Banyuwangi punya padanan nama dengan desa desa di Jawa , Madura, Melayu, Bugis, Bali.
Penulis pernah mengira desa Alasmalang yang dikenal dengan tradisi pesta rakyat KEBO KEBOAN,suatu pesta kaum petani yang asli osing, adalah nama desa asli Banyuwangi, ternyata penulis mendapatkan padanannya nama desa itu ketika bertemu pedagang barang barang made in luar negeri di Kuta Bali. Ternyata desa nama pedagang itu adalah Alasmalang, tetapi terletak di Madura. Kelompok pendatang dari desa Alasmalang, Madura, memang dikenal menguasai perdagangan barang barang bermerk buatan luar negeri made in China.
Orang orang Banyuwangi sangat terbuka, memiliki interpersonal approach yang baik,pergaulan antar etnis yang akrab perkawinan antar bangsa., antar suku , menjadi hal yang biasa.Anda bisa mendapatkan orang Tionghoa kawin dengan Arab di Banyuwangi. (Waktu penulis bersekolah dari Sekolah Rakyat sampai SMA Negeri dari tahun 1958 sampai dengan 1967,kawan penulis terdiri Tionghoa, India, Arab,Pakistan)
Pengaruh segala budaya dicerna dengan olahan yang sempurna. Sebuah peradaban yang unik, peradaban pedalaman , tetapi mampu mengolah menyerap budaya luar dengan gemilang
Musiknya pada dasarnya sama dengan Jawa tetapi dipukul, menggunakan tempo yang cepat, dan dipukul keras seperti Bali . Musik Arab bersanding dengan gamelan jawa, gamelan bali ,musik barat sehingga membentuk jalinan rumit yang tidak ditemui dibagian musik manapun. Kegemaran akan musik , telah mengusik banyak pihak, untuk menggeluti musik Banyuwangi, dan meninggalkan kesan yang luar biasa, karena begitu cintanya orang Banyuwangi dengan musiknya, jangan coba menyanyi lagu Banyuwangi dengan nada yang tidak benar. Orang sekeliling anda akan berkerut wajahnya( Kompas).
Gandrung Seblang telah dipilih Oleh Smithsonian Folkways Institut Amerika Serikat sebagai wakil lagu rakyat dunia menjelang fajar.
Disamping itu sampai sejauh ini penulis juga belum menemukan , pandanan Angklung Caruk, sebuah pertunjukan yang mengadu kecakapan beradu lagu. Inilah suatu pertandingan yang mengadu kecakapan pemain untuk mengadu kecakapan memainkan lagu lawan, tetapi juga mengasah penonton nya untuk memahami lagu dengan benar.
Makananyapun sangat khas,bermacam mulai dari yang asli sampai yang dicampur campur, sehingga menimbulkan rasa tersendiri. Pernah kenal rujak soto, rujak petis yang dicampur soto. ooo alangkah nikmatnya.
Seorang tokoh motivator di Indonesia, pernah memberi contoh , tentang sesuatu ketidak mungkinan, tetapi menjadi terjadi, yaitu rujak soto.
Satu makanan yang kami yakini, makanan khas Banyuwangi, dan tidak kami dapati di daerah Indonesia lainnya, ternyata malah makanan orang India, dan bahannya dijual di Supermarket terkenal di Singapore, Mustafa.
Tags:
Categories:

Iklan

~ oleh sumono pada 17 Februari 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: