INGGRISAN , AUSTRALIA dan RUNTUHNYA KERAJAAN BLAMBANGAN

Sumono Abdulhamid



Penyerahan Java Oosthoek oleh Pakubuwana II ke VOC

Mataram setelah wafatnya Sultan Agung , selalu diliputi perebutan tahta yang tidak pernah kunjung selesai. Dan Belanda memainkan peranan liciknya, yaitu membantu siapa yang memberikan imbalan yang besar.[1]Demikian juga ketika  masa Pakubuwana II, terjadi pemberontakan yang meluluh lantakakan ibu kota Kartasura dan memakzulkan Pakubuwana II ,Pakubuwana II meminta bantuan VOC ,dengan perjanjian yang sangat berat yaitu menggadaikan kedaulatan Mataram pada VOC  selama belum melunasi hutang biaya perang  .Pada tahun 1743 ibukota Kartasura dapat direbut VOC dari tangan pemberontak ,dan Pakubuwana II diangkat kembali menjadi raja Mataram .Untuk membayar biaya perang maka Pakubuwana II menyerahkan Java Ousthoek ( Malang, Pasuruan ,  Probolinggo, Blambangan, Madura   ).                                                       bPenyerahan kawasan ini menurut( DR. Sri Margana . Perebutan Hegemoni Blambangan  41). berdasarkan klaim teritorial kuno Mataram , yang sebenarnya jauh dari realitas politik aktual. Pada tahun 1625 , Sultan Agung memang menginvasi ( mengirim ) expedisi militer ke Jawa Timur dan Blambangan, melibatkan 30 ribu prajurit tetapi tidak dapat menaklukkan Blambangan , meskipun menawan 5000 penduduk Blambangan . Hal in sesuai dengan pernyataan Sultan Agung yang dikutip Sir Stanford Raffless .

·        Thomas  Stanford Raffles mengutip pernyataan Sultan Agung bahwa , masih ada dua kerajaan yang paling berbahaya belum terkalahkan yaitu Sumedang dan Blambangan..[2]

Peta kekuasaan Sultan Agung

Wilayah kekuasaan Kesultanan Mataram dalam masa pemerintahan Sultan Agung Hanyakrakusuma (1613-1645)

Pada tahun 1636 Sultan Agung mengirim Pangeran Selarong (saudara seayah Sultan Agung, putra Panembahan Hanyakrawati dan mendapat perlawanan yang keras.

Dan setelah penyerbuan itu , pengganti Sultan Agung,tidak memiliki kendali terhadap Jawa Timur karena terjebak dalam perebutan dalam kekuasaan.Dan Jawa Timur sebagai  pewaris MAJAPAHIT yang agung tidak sudi dibawah kendali siapapun selalu melakukan perlawanan, terutama terhadap penjajahan Belanda.

Demikian juga setelah menyerahkan Java Ousthook, Mataram ternyata tidak pernah reda dari perebutan kekuasaan. P.Mangkubumi ,memberontak  dan berlangsung selama 10 tahun . Baru pada masa Pakubuwanna III terselesaikan dengan  Perjanjian Giyanti tgl 13 Februari 1755 . Mataram dibagi  menjadi dua yaitu  Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Ngayogjakarta. Pangeran Mangkubumi menjadi Sultan Ngayogjakarta bergelar  Sultan Hamengkubuwono I . Tetapi pada tahun 1757, perpecahan kembali terjadi antara R. Mas Said ( Pangeran Sambernyawa ) dengan Pakubuwono III, VOC dan Hamengkubuwono I. Akhirnya ditanda tangani perjanjian Salatiga  , Mataram dipecah lagi . R.Mas Said diangkat sebagai penguasa atas sebuah kepangeranan , Praja Mangkunegaran yang terlepas dari Surakarta .

Perang Inggris dan Belanda.

Perebutan perdagangan rempah rempah  di Nusantara antara Belanda dan Inggris,tidak pernah surut . Kekalahan Inggris di pulau Banda  dan tertutupnya laut Jawa bagi Inggris tidak menyurutkan ambisi Inggris menguasai Nusantara. Menurut Mr. Farquhar( Mr Farquhar adalah pendiri Penang Malaysia dan orang yang paling mengerti dan paling mengenal secara mendalam sumber daya kepulauan timur) , Sumatera dan Borneo memiliki kekayaan sama dengan Brazilia[3] . Dan posisi  Jawa  di benua Asia (China  dan Hindia) sangat strategis seperti Mesir dan Sicilia di selatan Eropa[4] .Setelah Inggris berhasil  membangun pijakan di Bengkulu,[5]  maka Inggris pun  membangun  Garrison ( kompleks Militer)  , yaitu benteng Malborough dan juga membangun faktory pada tahun 1685 .[6]Benteng Malborough, benteng terbesar kedua di Asia . Sesuai catatan ,[7]benteng tersebut menyerupai sebuah kota kecil, dihuni oleh para petinggi  atau perwira senior  tentara Inggris dan pegawai sipil bersama keluarganya dan  dilengkapi pencatatan perkawinan, pembaptisan dan kematian penduduk.

Setelah menguasai Bengkulu maka  Inggrispun meluaskan hubungan dagangnya dengan Blambangan untuk dapat berhubungan dengan pedagang rempah dari Maluku

Hubungan  dagang Inggris dan Blambangan.

Blambangan memiliki arti yang strategis bagi Inggris dalam perebutan perdagangan rempah melawan Belanda di Nusantara karena  Blambangan adalah kerajaan merdeka terbebas dari cengkeraman penjajah Belanda. Blambangan diuntungkan kuatnya perasaan anti penjajahan di Jawa Timur, (adipati Malang, Keturunan Untung Suropati  . Malang sepenuhnya dibawah kendali keturunan Singosari , sementara Pasuruan dan Probolinggo sepenuhnya dibawah kendali  keturunan  Untung  Suropati). Blambangan menikmati keamanan  .Disamping itu Blambangan juga memiliki  benteng alam berupa gunung gunung Semeru , Bromo , Pegunungan Hyang , dan Gunung Raung dan Ijen, menjadikan Blambangan negara yang aman tentram , sehingga mencapai masa kejayaan sejak masa Tawangalun II sampai Pangeran Pati III..[8]

Hubungan pedagang Inggris dengan  Blambangan sebenarnya telah dimulai sejak tahun 1600,ketika  pelabuhan Ulu Pampang di Blambangan menjadi tumpuan para pedagang Nusantara  , karena  VOC memonopoli laut Jawa  setelah menerima kekuasaan pantai utara  yang diserahkan  oleh Amangkurat II VOC sangat menindas dan meminta biaya yang sangat berat bagi pedagang yang melewati laut tersebut. Pedagang Nusantara yang telah lama memiliki hubungan dengan kerajaan Melayu,China, dan India , akhirnya  memilih lewat lautan Hindia dan menjadikan Ulu Pampang sebagai pelabuhan persinggahan. Maka Ulupampang menjadi pelabuhan yang ramai . Ini terbukti  sejak awal tahun 1600an Ulupampang mampu mengekspor , sarang burung walet seharga f 4000 , bahan lilin 10 pikul , dan beras 600 ton setiap tahun.[9]

Betapa pentingnya Blambangan dalam kaitannya dengan Inggris ,terbukti kerajaan Blambangan telah tercantum  dalam  peta pelayaran dunia  yang  dibuat Inggris tahun 1629 ( National  Library Singapore ).

Hubungan dagang Inggris dengan Blambangan  menjadi lebih baik  pada masa Susuhunan Tawangalun  ( 1655 sd 1690).Dan ketika  Inggris  menguasai Bengkulu  1685 hubungan dagang Inggris dengan Blambangan  semakin baik. Kehadiran pedagang Inggris di Blambangan  menjadi sekali tiap enam bulan [10] Tentu saja hal ini  , menimbulkan kekawatiran  VOC  sehingga VOC mengirim utusan Jeremias van Vliet menghadap susuhunan Tawangalun pada tahun 1690. Tapi permintaan hubungan ini tidak ada kelanjutannya . Setelah penolakan terhadap  utusan Belanda tersebut ,pedagang  Inggris semakin sering mengunjungi Ulupampang untuk mengambil perbekalan melanjutkan perjalanan ke Timur menuju Pasir dan Banjarmasin.

Pembangunan  Inggrisan di Blambangan

Pada tahun 1760 Inggris ,merobah  motivasi  hubungannya dengan Blambangan , kalau awalnya hanya sebagai tempat persinggahan maka pada tahun 1760 , Ulu Pampang /Blambangan mulai dilirik sebagai tempat berpijak. Pada tahun 1765 , konsul EIC merekomendasikan beberapa pelabuhan yang cukup tepat untuk  pendirian perwakilan perdagangan EIC , termasuk di Blambangan[11]. Setelah itu yaitu tahun 1766 ,kehadiran kapal  Inggris semakin sering . Sebelumnya hanya sekitar 6 bulan sekali , maka mulai tahun 1766 hampir setiap bulan , bahkan kadang kadang dua kali setiap bulan [12]

DR Sri Margana dalam bukunya Perebutan Hegemoni Blambangan menulis , pada bulan Agustus 1766 tiga kapal besar Inggris  diikuti lima kapal belas chialoup, dan dua puluh lima pecalang dan seratus kapal yang lebih kecil , membawa pelaut bugis dan Madura tiba di Blambangan di bawah komando Edward Coles[13] .  Tidak dijelaskan apa yang dilakukan oleh armada besar ini. Dalam buku  History Of JavaThomas Stanford Raffless menulis bahwa seorang berkebangsaan Inggris ,  Mr.Yesse ,mulai membangun barak militer dan kantor dagang di Blambangan  yang kemudian kita kenal sebagai Inggrisan.Tentang pembangunan itu  dinilai   sangat tepat. Karena kedudukan Banyuwangi ,sedemikian baiknya  sehingga Banyuwangi  disamakan kedudukannya dengan Pinang di Malaya[14].Dukungan dari pemerintah Blambangan juga sangat membantu.Selain itu , Stanford Raffless,juga memuji keberhasilan pemerintahan Blambangan .

Tetapi dalam pandangan VOC ,ramainya pelabuhan Ulu Pampang , dengan kedatangan kapal Inggris dan kapal pedagang Nusantara ,dianggap adanya kekacauan di Selat Bali,karena banyak kapal dagang illegal   [15]. Maka  VOC tidak dapat lagi menunda penyerbuan Java Oesthook.

Pembumi Hangusan Java Oesthook dan Blambangan

Seperti ditulis diatas,meskipun Pakubuwana II  telah penyerahan Java Ousthoek pada VOC  pada 1743, tetapi VOC tidak mampu menguasai Java Oosthoek , karena perebutan kekuasaan yang terjadi di Mataram. Serta sangat kuatnya pertahanan di Java Ooosthoek, dan kuatnya sikap anti penjajahan

Baru   setelah perjanjian Giyanti 1755, ketika VOC mendapat dana besar dari Mataram , pada tahun 1757 persiapan menggempur Java Ousthoek telah dimulai. Persiapan penyerangan pada Java Oostoek tidaklah mudah, karena  VOC memerlukan kekuatan tempur yang sangat besar untuk menghadapi kekuatan adipati Malang ,keturunan Untung Suropati  dan Blambangan.

Tetapi setelah Inggris membangun barak militer dan kantor dagang di Blambangan tahun 1766 , VOC tidak dapat lagi menunda lagi  penyerbuan Java Ousthook.

Pada tahun 1767 VOC membentuk pasukan  tempur  dari  Mataram, Surabaya, dan Madura , Belanda mengadopsi Strategy  Tumpes Kelor dari Mataram yang telah dipraktekan pada keturunan Sunan Giri  , yaitu membunuh habis sampai keakar akarnya [16]

Penyerbuan pertama  dipimpin  Erdwiyn Blanke terdiri atas 25 buah kapal besar dan puluhan kapal kecil , memuat 335 serdadu Eropa, dan 3000 laskar Madura, Mataram, Pasuruan,.Setelah menumpas keturunan Suropati dan adipati Malang  pasukan ini membumi hanguskan Panarukan pada tanggal 27 Pebruari 1767. dan merebut Banyualit pada 31Maret 1767  ( NTM 63). Dan Blambanganpun jatuh ketangan VOC, dan membumi hanguskan dan meluluh lantakan ibu nagari Kota Lateng.

Ternyata meskipun VOC telah mengerahkan kekuatan tempur  yang sangat besar , kemudian menguasai Blambangan dengan cepat , serta membangun benteng di Banyualit,tetapi satu tahun kemudian timbul pemberontakan Wong Agung Wilis.

Dan   untuk memadamkan pemberontakan ini sekali lagi VOC mendatangkan bantuan pasukan  yang tidak kalah besarnya dari yang pertama . Bantuan ini dipimpin A.Groen  membawa 13 kapal yang memuat 302 orang serdadu Eropa, 1000 orang laskar Madura, 400 orang dari Surabaya, 1700 laskar Lumajang.

Ternyata serangan dari Banyualit, dalam benak orang Blambangan adalah serangan yang sangat licik.Banyualit adalah  tempat suci  untuk melarung abu ngaben dan benda peribadatan .Karena itu perang melawan Belanda adalah perang suci  .Blambangan  kalah lagi  dan Wong Agung Wilis tertangkap , kemudian dibuang ke Banda pada tanggal 6 September 1768.  Tetapi pertempuran secara sporadis tetap berlangsung di seluruh Java Oesthook

Penemuan Australia dan hancurnya kerajaan Blambangan.

Tahun 1770 Eropa digemparkan penemuan  benua baru oleh James Cook yaitu benua Australia. [17] Penemuan ini tentu saja semakin mempertegas pentingnya Blambangan , dalam support logistik dan persinggahan kapal kapal Inggris menuju Australia.Maka pantaslah Inggris berusaha sekuat menguasai kembali Blambangan.

Pada akhir 1770  wong Agung Wilis dapat meloloskan diri dari Banda  , dan tinggal di Bali [18] , sehingga  wong Agung Wilis ,dapat dinyatakan satu satunya tahanan VOC  yang dapat meloloskan diri  .Tidak lama setelah Wong Agung Wilis , tinggal di Bali, pada tahun 1771 muncul pemberontakan Pangeran Rempeg Jagapati  seorang pimpinan perang  Wong Agung Wilis. Pangeran Rempeg segera mendapat dukungan dari para pejuang yang bertempur bersama Wong Agung Wilis.Belanda  menyebut Pangeran Rempeg Jagapati  sebagai Pseduo Wilis, karena para pejoang yang mendukung Pangeran Rempeg Jagapati sebagai titisan dari Wong Agung Wilis. Yang membuktikan betapa masih kuatnya pengaruh wong Agung Wilis [19].

Perang ini adalah perang yang sangat besar  , ini terbukti VOC menambah pasukan tempur VOC pada tgl 14 Desember 1771.Pasukan tempur ini terdiri pasukan  meriam Belanda dipimpin oleh Kapten Vaandrig Schaar dan Cornet Tinne seorang perwira tamatan Akademi Perancis yang terbaik didunia ,serta 2000 laskar Madura, dibawah pimpinan Alap Alap , seorang Madura .

Tanpa mengurangi jiwa Perlawanan yang  begitu heibat serta dukungan penuh dari pedagang Bugis, Bali , Melayu , yang muak dengan monopoli perdagangan Belanda, dan China  pelarian pemberontakan China di Batavia , sulit ditolak adanya keterlibatan Inggris dalam perang ini.Apalagi dalam pertempuran itu  VOC dapat dipukul mundur dan Kapten Vandrig Schaar dan Cornet Tinne  terbunuh [20].dan VOC kemudian menghentikan penyerbuan selama 11 bulan . Dan baru pada tgl 1 Oktober 1772  mendatangkan lagi sekitar 5000 laskar termasuk beberapa serdadu Eropa untuk menggempur pemberontak[21]

Hal ini menjadi semakin jelas , ketika para pejoang  Blambangan yang terpukul mundur , membangun pertahanan di Nusa Barong pada tahun 1773 dengan persenjataan yang sangat canggih yaitu memiliki  8 kapal  dagang, 8 pucuk meriam , dan 100 pucuk senapan dan menampung 3000 penduduk[22] . Sehingga pelayaran di lautan Hindia masih dalam cengkeraman Blambangan

Catatan jumlah biaya yang dikeluarkan untuk  menaklukan Blambangan  sebanyak  80 ton emas ,juga menunjukan perang ini adalah perang yang besar dan penting .[23] ( Penulis berpendapat bahwa jumlah biaya tersebut adalah total biaya yang dikeluarkan oleh VOC , sejak dimulai perang melawan , adipati Malang , keturunan Untung Suropati , sampai Perang Blambangan tuntas).Perang ini menurut DR. Sri Margana  adalah perang tersadis sepanjang sejarah, sementara para  sejarahwan dan budayawan Banyuwangi menyebut Puputan Bayu. Dengan berakhirnya perlawanan ini, maka Kerajaan Blambangan lenyap dari sejarah. Kerajaan Blambangan dibelah menjadi dua , Blambangan Barat  dan Blambangan Timur dengan  ibu kota Ulu Pampang . 

Perlawanan terhadap Belanda tidak pernah surut, sehingga VOC melakukan dislocating system , sampai tahun 1811. Penduduk Blambangan yang  pada tahun 1750  ,berjumlah 80ribu , pada tahun 1811 tinggal 8 ribu.                     From that moment , the provinces subjected to its authority, ceased to improve. Such were the effect of her desolating system that the population of the province of Banyuwangie,which 1750 is said to have amounted to upwards of 80.000, was in 1811 reduce to 8000 [24]  Sebuah pernyataan yang menggemparkan dan sampai saat ini menjadi perbincangan International [25]

Tapi dilupakan di Banyuwangi.

[1] Putra Sultan Agung ,Amangkurat I ( 1646 sd 1677) adalah raja Tiran ( DR. Sri Margana PHB 37  dan Trilogi Genduk DUKU JB . Mangunwijaya ) .Hampir seluruh adipati memberontak .Salah satu pemberontakan yang terkenal adalah pemberontakan Trunojoyo. Walaupun Amangkurat I meminta bantuan VOC , namun Trunojoyo dapat menguasai keraton Mataram dan memaksa Amangkurat mengungsi dan mati di Tegalarum (1677).Putranya Amangkurat II, terlibat perebutan kekuasaan dengan Pangeran Puger.Amangkurat II , meminta bantuan VOC , sehingga mampu mengalahkan Pangeran Puger. Dan Amangkurat II ,menyerahkan pantai utara Jawa ke VOC. Ketika Amangkurat III memerintah maka  Pangeran  Puger / Mas Drajat melakukan pemberontakan . Kali ini VOC mendukung Pangeran Puger sehingga dapat merebut tahta dari Amankurat III. Amangkurat III , melarikan diri ke Jawa Timur berlindung pada  Adipati Untung Suropati. Pangeran Puger kemudian menjadi raja Mataram dengan gelar Pakubuwana I. Dan Amangkurat III membentuk pemerintahan di pengasingan.Meskipun pada akhirnya pasukan VOC dan  Mataram mampu menangkap  Amangkurat III dan membuang ke Sri Langka dan membunuh Untung Suropati, tetapi Jawa Timur tetap dikendalikan keturunan Untung Suropati yang mendapat dukungan dari keturunan/pengikut  Amangkurat III.

[2] Thomas Stanford Rafless  Hystori of Java  509

[3] History of Java 140

[4] ( History of Java 101) .

[5] Alaan Harfield (1995): Bencolen : A history of the Honourable East India Company’s , Garrison  on the west coast Sumatra ( 1685 -1825).

[6] ( Firdaus Burhan (1988) Bengkulu  Dalam Sejarah )

[7] pada British Library and India Office Collections ,[7] pada tahun 1790

[8] Drs I Made Sudjana M A. Nagari Tawon Madu 35.

[9] Drs I.Made Sudjana MA .Nagari Tawon Madu  22

[10] Drs I Made Sudjana   Nagari Tawon Madu  61

[11] DR. Sri Margana Perebutan Hegemoni Blambangan 49

[12]Ibid 61

[13] DR. Sri Margana Perebutan Hegemoni Blambangan 49

[14] Thomas Stanford Raffless History of Java 144

[15] Ibid 62

[16]   Margana 98

[17] Richards Tropical Encyclopedia ,The Richards Company Inc New York , volume 5.543.

[18] .Drs. I Made Sudjana M A, Nagari Tawon Madu  68)

[19] Penulis telah mengecek informasi keberadaan makam Wong Agung Wilis di pura langgar Bangli.

[20] Ibid  79)

[21] Ibid 80

[22] Ibid 84

[23] J.K.J. de Jonge .1883 mengutip  surat Gubernur Jenderal Reiner de Klerk kepada pemimpin VOC tertanggal 31 Desember 1781,

[24] Sir Thomas Stanford Rafless.Hystory of Java   68

[25] Kumar , Ann” Javanesse   Histiographie in and of the colonial periode, a case study . Dalam Anthony Reid and David Maar (eds) Perception of the past in Southeast Asia,Kualalumpur 1979,187206  via  I Made Sudjana M A Nagari tawon Madu  dan makalah DR .Sri Margana

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka .

1.      Sri Margana disertasi dalam program DR ,Leiden University “Java ‘s Last Frontier : The Struggle for Hegemony of Blambangan, c.1763-1813.

2.      DR. Sri Margana , Ujung Timur Jawa 1763-1813: Perebutan Hegemoni Blambangan  Pustaka Ifada 2012

3.      C. Behan Mc Cullagh , Logic of History, Perspektif Posmodernisme , Lilin Persada Pers , Yogjakarta 2010

4.      Drs I Made Sudjana MA, Nagari Tawon Madu , Larasan Sejarah  2001

5.      Thomas Stanford Raffles. The History of Java, Narasi. Yogjakarta 2008

6.      William H.Frederick , Soeri Soeroto, Pemahaman Sejarah Indonesia ,Sebelum dan sesudah Revolusi , LP3ES, Oktober 1984

7.      Mann , John, sejarahwan Amerika spesialis dinasti Mongol : Ku Bilai Khan .

8.      Prof .DR. Drs. I Ketut Riana S.U. Kakawin Desa Warnnana uthawi  Nagara Krtagama , Masa Keemasan Majapahit, KOMPAS , Jakarta September 2009.

9.      Robin Tatu ,Babad Buleleng I Gusti Putu Jelantik Dalam Konteks Sejarah

10.  DR. Hasan Djafar , Mas Akhir Majapahit , Komunitas Bambu 2012

11.  Irwan Djoko Nugroho , Majapahit Peradaban Maritim , Suluh Nuswantara Bakti, November 2011

12.  Supratikno Rahardjo, Peradaban Jawa Dari Mataram Kuno Sampai Majapahit Akhir, Komonitas Bambu 2011.

13.  Prof DR.M . Bambang Pranowo , Memahami Islam Jawa,INSEP, Alvabet Oktober 2009.

14.  DR. Purwadi M.Hum dan Drs Niken H. M.Hum . Dakwah Wali Songo. Shaida Yogjakarta 2007

15.  Drs Wiji Saksono, MengIslamkan Tanah Jawa .MIZAN Januari 1995.

16.  Prof DR. Edi Sedyawati, Prof DR. Sri Hastanto , Musik Tradisi Nusantara , Traditional Music of the Archipelago  volume 7.  Dit Jen Nilai Budaya Seni Film , Dept Kebudayaan dan Pariwisata  , 2007

17.  Hasan Ali , Sekilas Puputan Bayu , Pemda Banyuwangi  2006. 

18.  Seno  Gumira Ajidarma , Nagabumi,Gramedia Pustaka Utama, Jakarta  2009.

19.  Hasnan Singodimayan , berbagai artikel

20.  Makalah , Seminar hari Jadi Banyuwangi

21.  Berbagai sumber dari Majalah , Harian

 


~ oleh sumono pada 25 November 2013.

4 Tanggapan to “INGGRISAN , AUSTRALIA dan RUNTUHNYA KERAJAAN BLAMBANGAN”

  1. Ulupangpang ada di Muncar? Inggrisan ada di banyuwangi kota, kan. Membingungkan. mhn keterangannya..

    • Terima. Kasih untuk pemikiran kritisnya.Sebenarnya saya pernah menjelaskan hal ini dalam artikel lainnya …yaitu ..bahwa dibangunnya pangkalan /kantor dagang Inggris di luar Ulu Pampang yaitu Banyuwangi menunjukkan cara berpikir P.Pati 3 raja Blambangan sangat genius ….memperbolehkan Inggris membangun di Ulu Pampang artinya mempersilahkan Inggris tanpa susah payah langsung memetik buahnya dan kemudian dengan kemampuan technologynya , menguasai pelabuhan itu lalu merampas kedaulatan Blambangan . Hal seperti itulah yang terjadi di Banten , Jayakarta dan pantai utara Jawa ketika raja raja Jawa memperbolehkan Belanda membangun kantor di pelabuhan mereka .Belanda menguasai pelabuhan itu dan kemudian menaklukkannya ..

  2. Wajib kunjung buat yg “Banyuwangi”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: