SIMBOL ENDAS NOGO GATOTKOCO DAN KEBUDAYAAN BLAMBANGAN

Ini adalah Garudamuka lambang Singasari ditetapkan oleh Airlangga dan dijadikan lambang dari seluruh keturunannya . Sunan Giripun menggunakan lambang ini . Apakah Lambang Naga Gatotkaca / Antareja terinspirasi oleh Lambang iniGaruda Mukha lambang kerajaan Singasari . Ditetapkan sejak Masa Airlangga
(Sumono Abdulhamid)

Tulisan Ikaningtyas & M.Fikri  tgl 4 Desember  2010 di Komonitas Sejarah Banyuwangi, menceritakan  reaksi keras para budayawan dan sejarahwan Banyuwangi atas keinginan Bupati Abdullah Azwar Anas  untuk mencabut /memindahkan relief ( Patung) endas Gatotkoco  seperti terkutip dibawah ini, ternyata memancing tanggapan serupa dari para face booker  ( termasuk saya)
“Baru-baru ini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku risih pada simbol ular berkepala Gatot Kaca ini. Kepada sejumlah budayawan dan sejarawan di Pendopo Sabha Swagata, Bupati Anas menyatakan niatnya untuk mengubah relief-relief itu. “Saya khawatir mental orang Banyuwangi semuanya seperti ular,” kata dia, Selasa (23/11).
Disamping itu Ikaningtyas & Fikri  menuliskan  bahwa Naga telah menjadi simbol sejak zaman Yunani dan China  dan  melengkapi tulisan  berdasar hasil wawancara dengan budayawan kawakan Banyuwangi  yaitu  Bpk  Andang  CY  dan  Bpk Hasnan Singodimayan . Menurut bapak Andang CY lebih lanjut sbb:
Ornamen pada angklung ini kemudian dimunculkan menjadi relief bangunan kantor Pemerintah Banyuwangi di era Bupati Joko Supaat Slamet sekitar tahun 1960-an. Bupati Supaat tertarik mengangkat ornamen ini setelah filosofinya diberitahu oleh penasehatnya, Supranoto. Menurut Andang, ular merupakan hewan yang hidupnya di bumi atau bawah. Sementara Gatut Kaca adalah tokoh dalam pewayangan yang memiliki keistimewaan dapat terbang atau berada di atas (angkasa). Keduanya kemudian digabungkan dan memiliki filosofi: bahwa bila seseorang telah menjadi pemimpin maka harus tetap ingat dan memperhatikan nasib rakyat kecil. ”
Keinginan saya  untuk mengetahui hubungan  lambang Endas Nogo Gatotkoco  dengan emosi wong Blambangan semakin besar setelah mengetahui  ternyata lambang  tersebut  selain  di angklung  terdapat juga pada  benda pemberian pak Carik Benculuk  berupa senjata dan tempat tombak maupun  benda  antik yang kami beli di Banyuwangi yaitu  meja sudut  dan standard meja  marmer antik . Dengan adanya benda tersebut saya berpendapat  lambang ini memang sangat erat dengan emosi Wong Blambangan. Lebih yakin lagi ketika saya nyekar ke makam Sunan Giri di Gersik , ternyata  gerbang  Sunan  Giri , putra Blambangan ini , juga menggunakan lambang Naga( Pemda Gersik juga membuat gerbang masuk kota Gersik  dengan lambang Naga.)
Bukti kesejarahan lebih menarik lagi karena  banyak peristiwa sejarah yang berkaitan dengan leluhur Bhre Wirabhumi , wangsa Sanggramawijaya , wangsa Isyana berkaitan dengan Naga yaitu
•    Kunjungan  Prabu Hayamwuruk ( Majapahit , wangsa Sanggramawijaya ) ke  ke Blambangan , seperti tertulis  dalam Negara Krtagama  Wirama  17/64  jatuh  tepat pada tahun  Sasangka –Naga-Rawi ( bulan- naga- matahari ) atau 1-8-12 atau 1281 , atau 1379 Masehi.
•    Penaklukan Pamalayu oleh Kertanegara ( Singosari , wangsa Isyana ) , Negara krtagama wirama 41/157 , jatuh tepat pada tahun Naga -Asya-Bhawa ( Naga-Sembilan- Hidup atau 8-9-11 atau 1198 atau 1286 Masehi
•    Demikian juga pemerintahan kembar di Singosari tahun 1248 ketika  Ranggawuni /Sri Jaya Wisnuwardhana   ( cicit Tunggul Ametung dengan Ken Dedes) memerintah  Mahisa Campaka / Narasimhamurti  (cicit Ken Arok dengan Ken Dedes), mereka memerintah  bagai dewa Wisnu dan Indra   juga di lambang dengan Sepasang Naga.

.Lebih dari semuanya ternyata patung Naga Endas Gatot Kaca /Ontorejo telah menjadi simbol kerajaaan Blambangan.

macan putih 1859----sumber,http://luk.staff.ugm.ac.id/pustaka/Muller/posters/09.html

Dengan fakta fakta tersebut saya berpendapat   bahwa :
•    Patung Endas Naga Gatotkaca adalah asli ( genuin ) karya  bangsa  dan telah mewarnai sejarah setidaknya sejak masa Singosari  atau ketika bangsa ini belum bersentuhan dengan peradaban China apalagi Yunani.
•    Patung Endas Naga Gatot Kaca  menjadi memory  peringatan  kejayaan , kemakmuran  pemerintahan   atau peristiwa  Agung
•    Wong Blambangan  memiliki rasa emosionil yang tinggi dengan patung Naga Gatotkaca , karena secara tidak sadar para leluhurnya telah mewariskan pesan pesan bahwa dalam  wong Blambangan memiliki sejarah yang panjang dan berkaitan  dengan  dinasti Sunan Giri , di Gersik , wangsa Sanggramawijaya   ( Majapahit ) , wangsa Isyana ( Singosari) . ( Bukti lain adalah secara geneologis  mulai Sunan Giri, keatas memiliki darah keturunan Bhre Wirabhumi, Hayam Wuruk ( Wangsa Sanggramawijaya, Wangsa Isyana  Singosari  melalui Ken Dedes,  Wangsa Isyana  Kediri ( Dewi Kilisuci atau panembahan Sanggramawijaya,. dan mestinya berkaitan dengan wangsa Sanjaya  di Mataram pertama .

banyuwangi
•    Bukti itu bukti petilasan batu kenong di Alasmalng, Karangsari  dan juga memiliki kesamaan dengan peninggalan  Singosari , di Palawijen tempat makam Ken Dedes. Disamping itu , nama nama lurah  di Blambangan dalam Babad Bayu  ( Panarukan 1826 ) masih menggunakan nama nama masa Singosari .

Bahwa Bupati Abdullah Azwar Anas dan orang luar  menyatakan sifat negative ulo  seperti sampaikan  bapak Andang CY dalam tulisan  Ikaningtyas , Fikri ,tersebut dibawah ini, sebagai ciri wong Blambangan  adalah tidak benar.
Apalagi juga banyak pernyataan sinis dari tamu-tamu luar daerah yang melihat relief itu. “Orang Banyuwangi dianggap ngulo. Artinya suka mengulur waktu dan suka mencari keuntungan pribadi,” ucap pencipta lagu ini.
Character suka mengulur waktu  dan suka mencari keuntungan pribadi itu, telah menjadi virus nasional, mulai dari character politikus ( anggota Dewan  maupun yang menjadi Kepala Daerah , Birokrat. Kebiasan ini ternyata menjadi kebiasaan para Birokrat Belanda dalam memimpin rapat .Para birokrat pribumi telah biasa  menunggu rapat ber jam jam.
Dan maaf, dalam acara  Halal bil Halal Bupati Abdullah Azwar Anas  dengan Ikawangi tahun 2012  di pendopo  kabupaten Banyuwangi, juga terjadi kelambatan satu jam .  Syukurlah dalam acara tersebut  Bupati  mengakui  patung endas Nogo Gatotkoco adalah lambang kebudayaan , dia berjanji untuk menempatkan kembali pada tempat yang tepat.
Kalau lambang Endas Naga Gatotkaca  melambangkan character negative , bagaimana mungkin putra Blambangan  dapat mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional , padahal SMA Banyuwangi  baru didirikan pada tahun 1959 atau Kabupaten di Jawa yang paling akhir memiliki SMA . Artinya Naga Gatotkaca juga memberi pengaruh capaian positive, pada putra Blambangan.

~ oleh sumono pada 16 Oktober 2012.

2 Tanggapan to “SIMBOL ENDAS NOGO GATOTKOCO DAN KEBUDAYAAN BLAMBANGAN”

  1. akhirnya relief Ulo ndas gathotkaca yang dulunya ada di plakat kantor bupati Banyuwangi berada di Museum Blambangan, apakah itu menjadi tempat yang layak? memang secara Historis Museum menjadi tempat yang pas, tapi kalau diletakkan di museum blambangan yang maaf saja kondisinya kurang begitu tepat disebut museum saya kira.
    solusi dari saya lebih baik relief atau simbol tersebut diletakkan kembali pada tempat semula🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: