BLAMBANGAN MEMBARA. ( PUPUTAN BAYU)

(Sumono  Abdulhamid)





Pendahuluan :
Cerpen sejarah ini terinspirasi novel TRI LOGi SEMENANJUNG,buah karya PUTU PRABA DRANA, dan juga buku para sejarahwan DR. Sri Margana , Drs I Made Sudjana MA ,Hasan Ali.
Pendahuluan desertasinya  Doktor di Leiden University  Sri Margana (dosen sejarah UGM ) Java’s Last Frontier.The Struggle for Hegemoni Blambangan yang  sangat menggilitik yang  menulis : The foundation of this study is fairly simple qoestion ; Why did such a long time ( aproximately forty years ) to incorporate this region succesfully in to the VOC Administration.
Selanjutnya DR Sri Margana menuliskan:…penduduk di kawasan itu ( Blambangan)  berkeras menolak pemerintahan Belanda , dan terlibat dalam pertarungan panjang melawan VOC hampir hampir mengorbankan segalanya untuk mempertahankan idealisme mereka. Kemudian pada paruh akhir abad ke 18 Inggris menambah panas situasi tersebut ketika mulai mengusik kawasan ini dalam rangka mencari komoditas alternative untuk perdagangan ke China.
Betapa membaranya daerah ini DR. Sri Margana mencatat melalui fakta sebagai berikut…..Pada awal tahun 1767 terdapat arus yang cukup kentara dalam laporan laporan dan korespondensi lainnyayang dikirim dari Ujung Timur Jawa ke Gubernur Jendral dan Konsul di Batavia. Selama dekade 1767 sd1777 Gubernur Jendral di Batavia menerima tidak kurang dari 450 laporan dan dokumen yang dikirim oleh para pejabat VOC Belanda dari berbagai tingkatan yang bekerja di Ujung Timur
Begitu juga tulisan Sejarahwan Drs I Made Sudjana MA dan Nagari tawon Madu dan  Hasan Ali , Perang Puputan Bayu yang mengutip pendapat Lekerkerker 1923.1056,peperangan ini diakui sebagai perang yang paling kejam (“De Dramatische verenieetiging het Compagniesleger)
Agar seimbang ,tentu perlu digambarkan disini tentang VOC menurut perspektive yang objektive:
Belanda negara dibawah laut , berhasil bebas dari penjajahan Spanyol , setelah Inggris memukul telah armada Spanyol .Sebagai bekas jajahan Spanyol , banyak pelaut Belanda yang mengikuti perjalanan armada Spanyol yang menemukan sumber rempah rempah di Timur. Berdasar keahlian maritim dari Spanyol inilah kemudian Belanda menemukan sumber rempah rempah yang telah ditemukan lebih dahulu oleh orang Spanyol, Portugis, Inggris yaitu kepulauan Nusantara.Untuk dapat mengeruk keuntungan yang sebesar besarnya atas perdagangan rempah rempah ini maka dibentuklah badan dagang VOC. Jadi VOC adalah badan dagang yang bebas. Dan hanya memberikan upeti kepada pemerintah Belanda . Sebagai badan dagang maka pertimbangannya adalah mengeruk keuntungan sebesar besarnya. Yang lebih parah lagi VOC telah dihinggapi penyakit korupsi yang parah. Pada tahun 1750 kekuatan dagang VOC di Eropa telah diambil alih oleh perusahaan dagang Inggris, sehingga pusat perdagangan yang semula berada di Amsterdam telah pindah ke London.Di satu sisi kekuatan VOC diluar Jawa telah mulai rapuh akibat gempuran perlawanan kekuatan pribumi. Hanya di Jawa kekuasaan di Jawa semakin kokoh karena adanya perebutan kekuasaan yang sering terjadi.
Mengutip pendapat JJ Steur. JJ Steur menandai paruh akhir abad ke 18 sebagai titik kulminasi exspansi teritorial VOC di Jawa, namun sayangnya proses ini dibarengi dengan mundurnya prestasi ekonomi VOC di Kepulauan Indonesia. Perusahaan Hindia Timur Belanda ( VOC) dilikudasi secara formal tahun 1799.
Jadi perang wong Agung Wilis pada periode sangat genting pada keberadaan VOC. Maka pantaslah perang ini adalah perang yang mempertaruhkan existensi VOC. VOC ternyata menang dalam pertempuran yang sangat sadis tetapi kalah dalam perang . Dan VOC melampiaskan kemarahannya dengan melakukan pembunuhan besar besaran terhadap dua keturunan atau Tumpas Kelor ( Menghabisi atau Genocida ) pada keturunan Suropati dan Blambangan.
Sebagai cerpen tentu ada bumbu bumbu yang membuat cerita ini memberikan imajinasi, nama nama2 fiktif.
Cerpen ini menceritakan  tentang pertempuran di Blambangan pada masa Wong Agung Wilis sampai pertempuran P.Rempeg Jagapati.Suatu perlawanan terhadap keinginan VOC menduduki Blambangan. Perlawanan ini bukan sebuah perlawanan yang terpisah, tetapi adalah rangkaian perlawanan yang tak terputus.

voc batavia

Penyerahan Java’s Oosthoek
Pada tahun 1743 , Raja Pakubuwana II dari Mataram menyerahkan Java’s Oosthoek ( dari sebelah timur Malang sampai Banyuwangi ) kepada VOC sebagai balasan atas pengembalian tahtanya yang direbut pemberontak .  Penyerahan kawasan ini berdasarkan atas sebuah klaim teritorial kuno Mataram yang sebenarnya jauh dari realitas aktual.  Karena Malang, Lumajang tetap dikuasai penuh keturunan Suropati ,sementara Blambanngan masih dikuasai oleh keturunan Tawangalun. Tentu saja hal ini menimbulkan perlawanan terhadap keputusan yang semena mena itu. Maka tidak salah bahwa dua keturunan ini , yang tidak pernah mengakui kekuasaan Mataram melakukan persiapan melawan keputusan itu. Konsistensi dan kesatuan keturunan Suropati menentang Belanda sukar dicari bandinganya .Demikian juga Blambangan yang selalu dapat lepas dari Mataram sangat menolak penjajahan asing.
Di sisi lain perusahaan dagang Inggris East India Company , sangat berambisi meluaskan kekuasaannya hingga kebelahan timur Indonesia untuk menjamin perdagangannya dengan Cina dan explorasi Australia dengan mempererat hubungan dengan Blambangan.Serta mendapatkn  tanah pijakan.
Keinginan The Great Britain ini , tentu sangat ditentang oleh VOC , karena kedudukan VOC diluar Jawa dan Banten sudah sangat merepotkan VOC. Apalagi the Great Britaian telah melakukan pukulan telah di Eropa yaitu merebut   pusat perdagangan Eropa /dunia  dari Amsterdam ke London ,  sangat menyakitkan . Maka jika bagian Timur Nusantara jatuh dalam kekuasan Inggris tamatlah VOC.
Maka perlawanan ini harus segera dibungkam.Pada bulan Juni 1766 Hoge Regering menetapkan keputusan untuk mengirim expedisi ke Timur .Expedisi selain menaklukan Blambangan juga dimaksudkan untuk melakukan hukuman pada keturunan Untung Surapati , yang sangat berbahaya yaitu TUMPES KELOR  ( atau membunuh seluruh keturunan Untung Soropati).
Penyerbuan Banyualit.
VOC melakukan serangan darat   brutal di Malang dan Lumajang. Tidak ada sedikitpun usaha usaha diplomasi untuk meredam perlawanan ini. Perlawanan ini tentu saja mengundang Wong Agung Wilis  untuk mengirim pasukan ke Lumajang untuk membantu pasukan keturunan Surapati melawan serangan brutal VOC. Expedisi  dibawah pimpinan Baswi, kawan seperguruan Wong Agung Wilis.. Serta mempersiapkan pasukan Blambangan di Jember/Kedawung . Kekuatan  pasukan VOC dalam gelar TUMPES KELOR keturunan Surapati , tak terbendung , seluruh keturunan Suropati dihabisi.Maka  pasukan Blambangan yang dipimpin Baswi terpaksa mundur teratur kearah Jember, meskipun demikian Baswi dapat merebut beberapa meriam dan puluhan senapan VOC.Dengan melalui jalan berliku Baswi mampu membawa senjata tersebut mencapai puncak Raung. Berita kehancuran keturunan Untung Suropati ,telah membuat Wong Agung Wilis memperkuat pertahanan darat di  Jember/Kedawung dan sama sekali tidak menyangka VOC mengerahkan armada besar untuk menyerang Blambangan melalui laut.Pemusatan pasukan darat di sekitar Jember telah menguras kekuatan Blambangan di laut.
Di bawah pimpinan Edwijn Blanke expedisi militer VOC   diberangkatkan pada awal  Pebruari  terdiri atas 335 serdadu Eropa , 3000 laskar lokal ( mataram , madura ) , 25 buah kapal besar dan beberapa puluh perahu kecil menyerbu Blambangan. Armada Blambangan dipimpin Harya Lindu Segara dan Ditya Jala Rante didukung armada Bugis dipimpin Rencang Warenghay  mencoba menghadang armada  laut Belanda tersebut  . Menghadapi  armada VOC yang modern dan terlatih armada Blambangan tak berdaya. VOC menghancurkan armada Blambangan dan menewaskan Ditya Jala Rante dan merebut Panarukan tgl 27 Pebruari . Sedang Harya Lindu Segara mengundurkan diri dan membawa armadanya , dan membangun kembali armada lautnya di Nusa Barong. Kekalahan armada laut di Selat Madura  ,membuat armada Kompeni melaju menuju Banyuwangi,  sekaligus menyisakan kekosongan pengamanan di Selat Madura.Peluang itu digunakan pimpinan armada Bugis  Rencang Warenghay ,melakukan keonaran di pantai Pasuruan, Bangil dan Gersik, akibatnya perang di Blambangan menyebar ketakutan diseluruh pantai Jawa dan luar Jawa.
VOC mendarat di Banyualit 23 Maret 1767, kemudian menjepit Blambangan dari dua arah dengan menyerbu UluPampang dan Kota Lateng sekaligus. Karena kekuatan Blambangan dipersiapkan di Jember maka Blambangan dengan cepat dikuasai oleh Belanda.Belanda kemudian membangun benteng Banyualit ,sementara Wong Agung mengundurkan diri ke Alas Purwo dan menyatukan dengan kekuatan laut di Nusa Barong  . Dengan cepat Wong Agung Wilis telah mampu menghimpun pasukan sebanyak 6OOO orang.
Setelah memantapkan cengkeramannya di Banyualit , VOC mengangkat mas Anom menjadi regent Blambangan.  Wong Agung Wilis ,segera bertindak mempengaruhi   mas Anom agar menolak pengangkatan itu dan bergabung dengannya. Mas Anom menyetujui. Melihat gelagat yang tidak baik ini VOC meminta bantuan dari Surabaya.
Mengira benteng Banyualit tidak memiliki kekuatan yang cukup, Wong Agung Wilis menyerbu benteng Banyualit.Tapi malang tak dapat ditolak , bersamaan dengan penyerangan itu bantuan Belanda dari Surabaya tiba di Banyualit  di bawah pimpinan A.Groen. Expedisi ini terdiri dari 13 kapal perang , 302 tentara Eropa, 3100 tentara lokal. Jadi dengan demikian total seluruh pasukan Eropa 657 orang, 6100 tentara lokal. Tembakan meriam tidak saja berasal dari Benteng Banyualit tetapi juga datang dari  armada A.Groen dari laut. Banyualit banjir darah. Wong Agung Wilis mundur ke Kota Lateng. Sekali lagi Kota Lateng dikepung pasukan VOC dari Ulupampang  dan Banyualit. VOC memberi ultimatum agar wong Agung Wilis  menyerah . Wong Agung Wilis menolak . Dengan sisa pasukan Blambangan Wong Agung Wilis melanjutkan pertempuran yang dikenang sangat heroik oleh wong Blambangan.  Akhirnya wong Agung Wilis, ditangkap dan dibuang ke pulau Banda pada 6 september 1768
Pemberontakan Pseduo Wilis / Pangeran Rempeg Jagapati
Setelah Kompeni melumpuhkan pemberontakan Wong Agung Wilis dan membuangnya  ke Banda ,kompeni semena mena menghapus kerajaan Blambangan.  Dan membelah Blambangan menjadi dua wilayah Blambangan Barat meliputi Jember, Bondowoso , Situbondo, Lumajang dan Blambangan Timur ( Banyuwangi) dan mengangkat para Bupati dari luar Blambangan.
Rakyat Blambanganpun marah dan perlawanan kepada VOC tidak pernah surut .Pemberontakan di seluruh Blambangan kini mengerucut menjadi  pemberontakan/perjoangan  yang lebih besar sebagai kelanjutan perjoangan Wong Agung Wilis  dibawah pimpinan P.Jagapati /Rempeg yang berpusat di Bayu. Pangeran Jagapati/Rempeg  adalah kawan seprjoangan Wong Agung Wilis, dan keduanya memiliki darah Tawangalun . Seperti Wong Agung Wilis , P.Jagapati juga seorang pimpinan yang Kharismatis. Usaha Biesheuvel  (Resident Blambangan) memadamkan pemberontakan ini melalui kekuatan Kompeni di Blambangan gagal total. Pemberontakan ini menjadi lebih berkobar karena ternyata Wong Agung Wilis  dengan bantuan  Rencang Warenghay  yang telah bertempur di selat Madura bersama pimpinan armada Blambangan Ditya Jala Rante telah berhasil melarikan diri dari Banda dan sampai di Bali dengan selamat.Dari Bali wong Agung Wilis mendukung perjoangan . Maka pemberontakan P.Jagapati/Rempeg segera   meluas keseluruh Blambangan ( Jember, Lumajang, Bondowoso dan Situbondo). Para Bupati dan pejabat yang diangkat oleh Belanda yaitu Sutanegara , Wangsengsari, Suretaruna  , juga memihak pemberontakan ini karena dengan beban upeti yang dituntut VOC serta  tidak tahan melihat  perlakuan Komandan Pasukan Kompeni    terhadap rakyat Blambangan,selain merampas harta rakyat juga  melakukan tindakan tak bermoral pada wanita Blambangan .
Pada bulan Juni 1771 , ketiga tokoh tersebut ditangkap dan dibuang ke Sri Langka .Pembuangan tokoh ini malah memperluas dan memperbesar kekuatan pemberontak.
Pasukan Kompeni frustasi menghadapi pemberontakan ini  dan  74 anggotanya melakukann  disersi dan bersamaan dengan itu Colmond berhenti dari jabatannya. Sebuah bencana bagi pemerintahan Kompeni.
Oleh karena itu pada 22 September 1771 Gubernur Jendral dan Dewan Hindia Belanda di Jakarta memutuskan Perang Semesta dengan Blambangan  atau Tumpes Kelor /Membunuh semua unsur perlawanan terhadap VOC.
Kompeni bertekad melibas pemberontakan itu dengan melakukan  serangan dari dua arah . Yaitu pengiriman pasukan melalui laut langsung ke Banyuwangi dan pengiriman pasukan lewat darat melalui Lumajang. Gelar pasukan melalui laut  yang dipimpin oleh Leitnant Montro dan Innhoof . Dalam gelar pasukan ini  juga terdapat Vasco de Keling pimpinan pasukan reguler Kompeni, Sangkil pimpinan pasukan Surabaya, Kapten Alap Alap ( orang Madura yang menjadi  tentara Kompeni) pemimpin pasukan 2000 pasukan Madura . Gelar pasukan dari darat Kompeni  dibawah pimpinan  Kapten Kreygerg, Kapten Henrich, Letnan Fisher, Leuitnant DE Kornet Tinne  ( Perwira muda lulusan Akademi Militer Perancis yang tersohor di dunia) dan Singa Manjuruh senopati dari Malang  menyerbu dari dari Lumajang dan Panarukan. Pimpinan pasukan  Blambangan Mandala Barat R.Mas  Puger dan Sayu Wiwit mendahului menghancurkan Benteng Jember dan membunuh  pimpinan benteng Steenberger, dan terus melaju menghancurkan pos penjagaan Kompeni  sampai ke Lumajang.Pimpinan Blambangan lainnya yaitu Lebok Samirana memimpin pasukan ke Puger, Ayu Prabu menghadang di Panarukan. Tetapi karena pasukan Kompeni  berlapis lapis akhirnya pasukan VOC mengalahkan pasukan Blambangan. R.Mas Puger terbunuh bersama  ribuan tentara Blambangan ( Lumajang, Panarukan ( Situbondo) , SENTONG ( Bondowoso) Kedawung ( Jember ) gugur ke bumi pertiwi.
Kematian R.Mas Puger , mendorong Pangeran Jagapati ( Rempeg) di Bayu  mengirim pasukan sandi dipimpin Sradadi dan Jagalara ( Kawan seperjoangan Baswi dalam perang Surabaya )dan untuk membalas  kematian tersebut dengan membunuh Biesheuvel resident Blambangan di Ulu Pampang . Biesheuvel yang dirundung kegagalan merendam pembrontakan Blambangan selalu murung dan gelisah. Pada malam itu Biesheuvel tak  sekejappun tertidur dan apabila tertidur  kemudian menggeragap berteriak ketakutan (karena kawan kawan yang mati mengenaskan dalam perang Wong Agung Wilis muncul dalam mimpi). Lewat tengah malam  dia memanggil pengawal untuk menemani ke beranda lojinya. Hanya sekejap di Loji, sebuah peluru mendesir di pelipisnya, dan sebuah panah menancap dikaki. Sradadi dan Jagalara dari pasukan sandi Blambangan telah melaksanakan tugasnya dengan baik.  Biesheuvel mengejang,tubuh membiru , dan mati mengenaskan. (Nopember 1771)
Hendrick Schophoff kemudian diangkat sebagai pimpinan Blambangan menggantikan Biesheuvel dan kemudian  segera menetapkan  strategi  menumpas  pemberontakan Pangeran Jagapati /Rempeg :
Pertama: Pasukan kompeni di  Mandala Timur harus mempertahankan posisi, dan Pasukan Kompeni di Mandala Barat harus  mempercepat perjalanan menuju posisi tempur di Timur.
Kedua :Bumi hangus persedian pangan dan desa wong Blambangan maka seketika itu ,Lumajang,Jember, Situbondo, Bondowoso , Banyuwangi  menjadi lautan api.
Dua setengah bulan Kompeni mngepung Banyuwangi  namun tanda tanda berakhirnya perang belum juga nampak ,sesuatu  yang memalukan Kompeni  dan mengguncang Batavia .Maka tepat pada tgl 14 Desember 1771, Kompenipun menetapkan  penyerbuan ke Benteng Bayu dimulai dan ,HARUS MERUPAKAN SERANGAN MEMATIKAN.
Satya A Nagari
Gelar pasukan VOC dari Barat segera bergegas menuju ke timur,menemui  Mayang, Kalisat’. Desa desa Blambangan sepi, demikian juga pasukan Kompeni yang menyerbu dari timur juga menemui Banyuwangi , tanah Perdikan Pakis , Lugonto  sepi . Loji Kompeni di Muncar sudah tidak terawat lagi, Keradenan hanya menyisakan  beberapa orang tua. Tanda kehidupan  hanya berupa berkibarnya kain hitam yaitu tanda berkabung atas wafatnya R.Mas Puger dimedan Barat. Pagi dini hari 14 Desember  Pasukan Kompeni , dibawah pimpinan Kapten Kreygerg, Kapten Heinrich, Letnan Fisher , De Kornet Tinne telah mencapai Gunung Raung. Pimpinan pasukan  Blambangan  Ledok Samirana yang kalah di Puger  membelot ke Kompeni . Di Raung tentara Blambangan dibawah pimpinan Baswi , Sayu Wiwit. Sradadi, Yestyani menghadang Kompeni.
Dari arah  Ulupampang ( Muncar)  tentara Kompeni dibawah pimpinan Leitnan Inhoff, leitnan Montro, Vasco de Keling, Leitnan Schaar,Sangkil, sedang dari arah Ketapang ,pimpinan pasukan adalah Kapten Alap Alap. Kedua kekuatan ini bertemu di Lugonto dan terus melaju ke Barat. Pasukan Blambangan menghadang  di Lemahbang Dewo, Alasmalang dan Gambor . d yang dipimpin  Singomanjuruh  senopati Malang yang membelot untuk mendukung Blambangan bersama , Ayu Prabu, Gusti Tangkas ( pasukan Bali) dan Rempeg Jagapati.
Ketika matahari telah mencapai sepenggalah,  medan Barat barat dan medan Timur dikejutkan  melesatnya  ratusan anak panah disertai bunyi tembakan dan dentuman meriam . Pasukan Kompeni  di Raung tidak siap.  Roboh berjatuhan terkena terjangan mesiu , dan panah beracun .Mereka yg terkena anak panah mengejang kesakitan kemudian tubuhnya biru . Kompeni langsung membalas serbuan tersebut dengan tembakan gencar bedil dan Kanon, seakan membelah bumi Raung .Seketika serangan Blambangan berhenti dan sunyi. Maka dengan teriakan kemenangan pasukan Kompeni mengejar pasukan Blambangan menerobos masuk hutan……ternyata tidak ada  satu mayatpun  yang ditemukan dan membuat pimpinan Kompeni tidak mampu menahan malu dan marah…Belum lepas marah dan malu…..tiba2 muncul serbuan tawon yang membuat tentara Kompeni kocar kacir Kompenipun masuk dalam jebakan…. lari  kocar kacir tertusuk Songga (Bambu Runcing beracun,yang apabila terinjak menusuk dari dua arah) dan apabila terjatuh terkena Cula, (bambu runcing beracun 10m),keduanya mengakibatkan kematian yang menyakitkan, tubuh mengejang kemudian membiru ,membuat hutan  Raung penuh teriakan kesakitan, sumpah serapah, dan jeritan yang mengerikan. Di medan timur , Sangkil terkena songga , dan Vasco de Keling, terjerembab kemudian terkena cula, kejang dan mati. Leitnant Montro terserempet panah bahunya dan leitnant Inhoof terkena panah dipelipis kirinya,( luka kecil yang dikira tidak membahayakan ternyata menyebabkan kematian). Inilah gelar perang Supit Urang yang dimodifikasi oleh Baswi, mantan Veteran Perang Surabaya, dan guru  Wong Agung Wilis .
Di medan Timur Leitnant Montro dan Inhooff tidak dapat lagi menahan marahnya , dan akibatnya tujuh orang pemandu jalan dipenggal kepalanya. Di medan Barat  Kapten Kreigerg  marah besar, dan menganggap Lebok Samirana  sengaja menjebak Kompeni, kemudian  menembak Lebok Samirana berkali kali sehingga darah muncrat dari seluruh tubuhnya
Kapten Kreigerg yang telah bertempur dari Lumajang membaca Strategy Blambangan dan oleh karenanya melakukan jebakan. Dalam aturan manggala yudha Majapahit jika panglima perang sudah saling melihat maka menjadi kewajiban pimpinan perang langsung berhadapan dalam perang tanding satu lawan satu. Maka Kreigerg pun berusaha menampakan wajahnya, dengan teriakan perang dan  matamya menyapu  medan dan  menatap mata pimpinan perang Blambangan Baswi. Maka seketika darah Ksatrya Blambangan itu  mendidik, dan memacu kudanya menyerbu Kapten Kreigerg. Kapten Kreigerg jangankan maju , malah mendapat perlindungan ketat dari serdadu Kompeni dan Baswi menjadi makanan empuk peluru Belanda. Sekujur tubuhnya penuh luka tembak tetapi  Baswi masih mampu mengibaskan pedang  dan membunuh tentara kompeni . Ketika  sebuah tembakan Kanon tepat mengenai Baswi, maka Baswi bersama kudanya terpental melayang kelangit.Dan hanya sebuah teriakan singkat : Satya A Nagari. Desak nafas terakhirnya membawa suara itu ke langit Biru.
Bela pati
Setelah pertempuran RAUNG, pasukan Blambangan ditarik mundur ke Bayu dan menjadikan  sebagai hari berduka bagi Blambangan.    Gugurnya Baswi ,veteran Perang Surabaya, yang berhasil merebut meriam dan bedil dari Belanda ,juga  guru Wong Agung Wilis , serta teladan Satya a Nagri, sungguh sebuah kehilangan besar. Lebih dari itu kematiannya sangat menyakitkan para ksatrya Blambangan. Tipu daya Kapten Kreygerg tidak akan pernah termaafkan. Disamping berduka karena gugurnya Baswi, pasukan Blambangan juga berbahagia menerima Singamanjuruh pimpinan pasukan Mataram yang membelot dari Kompeni. Untuk menebus gugurnya Baswi dan R,Mas Puger , perang besarpun harus dipersiapkan. Strategy Tempur  Supit Urang perlu diganti, tetapi aturan perang Majapahit tidak boleh ditinggalkan.
Sementara Kapten Kreygerg dan Henrich setelah pertempuran itu  meneruskan perjalanan menuju Bayu, mereka  memilih jalan yang formal dengan penuh ke hati hatian. Didepan dipasang batang pisang yang ditarik kerbau , sehingga apabila ada Songga atau cula akan menembus kerbau atau batang pisang.Namun ketika pasukan terkena Songga atau cula, maka tak ayal lagi desa Blambangan disekitar tempat itu dibakar dan hancur leburkan. Temuguruh dijadikan lautan api, karena dianggap sebagai pusat Logistik Bayu. Pengungsian besar besaran  dari Temoguruh menuju Kedungliwung  dikenang rakyat Blambangan dengan lagu PODO NONTON.  Dan  pada tgl 18 pagi pasukan Kompeni  Mandala Barat telah berada pada posisi .
Kabar bumi hangus Kompeni sampai ke Bayu. Dan dari Bayu hanya ada satu tekad, BELA PATI SETYA A NAGRI. Strategy tempur yang dipilih OMBAK SAMUDRO( Serangan dilakukan bergelombang dibawah pimpinan Tempur. Tidak seperti yang dilakukan Baswi). Ombak Samudra adalah sebuah strategy yang membutuhkan tingkat keahlian tempur dan disiplin.
Walaupun Kompeni telah membakar persediaan pangan dan desa Blambangan, ternyata tidak setitikpun membuat wong Blambangan ngeri dan takut perang . Kali ini serangan dimulai oleh Kompeni dengan menembakkan meriam dan kanon, dan bergerak dengan cepat menuju Bayu, seakan akan tanpa perlawanan. Ketika tidak ada perlawanan sama sekali, pasukan Kompeni memburu maju, tanpa terduga muncul gelombang penyerbuan tiada berhenti . Seketika Leitnant Fisher tersungkur terkena tembakan, dan Kapten Kreygerd tertembus panah. Kapten Kreygerd seperti mereka yang terkena panah,mengalami penderitaan yang luar biasa, kemudian mati menebus kematian Baswi. Dari pasukan  Blambangan Sayu Wiwit dan  Sradadi dikabarkan gugur tetapi tidak diketahui zenajah.
Singomanjuruh menjadi Singojuruh.
Di Mandala Timur, pimpinan perang dari Blambangan, Singomanjuruh veteran perang Malang, pengawal Adipati Malang dan Blitar memimpin perang dengan heroik bertempur sampai titik darh penghabisan dan gugur.  Pada tempat gugurnya dipersembahkan namanya, Singomanjuruh, tetapi kemudian kita mengenalnya SINGOJURUH.
Di Mandala tempur Timur 700 orang pasukan dan dua Komandan Perang ( Sangkil dan Vasco Keling) meninggal mengenaskan, dan dua Komandan perang Kompeni Leitnant Monro dan Inhooff terluka kena panah beracun. Dan racun warangan yang tak ditangkal secepatnya itu telah menyebar dalam tubuhnya, menjadikan darah menggumpal dan menyuumbat aliran darah , dan mematikan syaraf menyebabkan rasa sakit luar biasa. Kedua orang itu  mengerang kesakitan semalam suntuk,dengan  tubuh secara perlahan membiru.Team kesehatanpun tidak mampu mengobati.
Sedang leitnant Schaar  dan kapten Alap Alap, terhindar dari kematian
Puputan Bayu
Pil pahit tgl 18 Desember 1771 mengingatkan  tentara VOC  veteran perang Wong Agung Wilis,bahwa Blambangan adalah MAWAR BERBISA ( negeri yang lebih indah dan subur serta sangat bernilai dibanding Mataram, tetapi menyebarkan maut setiap saat). Dalam perang WONG AGUNG WILIS yang  besar itu, Kapten van Reiyks, Mayor Blanke, dan Mayor Coop de Groen, melayang nyawanya bersama ribuan pasukan gabungan.
Pengalaman buruk itu pada tanggal 18 Desember , membuat Kompeni memperkuat serangan pagar betis, dan penyerbuan tanpa henti pada tanggal 19 Desember. Serangan brutal dan tanpa ampun. Prajurit Blambangan yang tertangkap digantung dipohon atau dibakar hidup hidup. Dalam serangan brutal ini  De Kornet Tinne tertembak peluru , Leitnant Schaar terjebak cula kemudian tertebas pedang. Serangan ke Bayu semakin gencar dan perlawananpun tak kunjung reda.Kini tinggal Kapten Hinrich di Mandala Barat dan Kapten Alap Alap di Mandala Timur.
Kapten Alap Alap, sebagai orang Madura memahami benar aturan Manggala Majapahit.Dan ingin secepatnya meraih kemenangan.Maka kudanya melesat mendahului pasukan dan menantang P.Rempeg Jagapati. Sebagai ksatrya Blambangan , adalah keharusan untuk menghadapi tantangan, walaupun semua  pimpinan perang Blambangan menghalangi karena diyakini sebagai jebakan Kompeni.Dengan mengenakan pakaian kebesaran Blambangan , P.Rempeg Jagapati menyongsong kedatangan Kapten Alap Alap. Sebuah perang tanding menggunakan pedang terjadi. P.Rempeg Jagapati berhasil melukai tubuh Kapten Alap Alap,dia  oleng dan hampir jatuh tetapi  bersamaan dengan itu,pasukan Kompeni menghujani tembakan ke P.Rempeg Jagapati . Tubuh Pangeran bersimbah darah, tetapi masih tetap bertahan di kudanya ,mengarahkan pandangan sinis ke Kapten Alap Alap, ternyata Kompeni tetap saja pecundang. Kapten Alap Alap emosinya membara, teriak hysteris menyesali perbuatan Kompeni, kudanya terkejut ( mBerjak ) dan melempar Kapten Alap Alap ke bumi dan mati naka  gagal mati sebagai Ksatrya (Mati dipedang Lawan). Demikian juga P.Rempeg Jagapati gugur dalam laga Ksatrya.  Bersamaan dengan itu , serbuan dalam jajar mandala Gelombang Samodra prajurit Blambangan tak terbendung menggempur karang pasukan Kompeni yang jumlahnya berkali kali lipat dengan persenjataan yang lebih modern. Tidak ada kata menyerah bagi Ksatrya Blambangan, yang ada hanya BELAPATI,SETYA A NAGRI.Inilah perang sampai titik darah penghabisan dan sampai semua prajurit gugur ( PUPUTAN BAYU)

Menjelang bang bang kulon, ketika matahari memerah disebelah barat,medan pertempuran telah selesai. Anak dan ibu lari masuk hutan Indrawana, dalam ketakutan dan isak tangis yang memilukan.Bayu tiba tiba mendung , tiada suara, sunyi , sepi, suara anginpun tidak terdengar. Alampun Bayupun bersedih, menangis , hujan rintik rintik membasahi bumi Dengarlah  suara alam ini ….dengan hati mu.
BELAPATI , SETYA A NAGRI.
DIRGAHAYU BLAMBANGAN. DIRGAHAYU BANYUWANGI TANAH TIGA NAGARI BLAMBANGAN ( BAYU, MACAN PUTIH,KOTA LATENG),

17 Agustus 1945.
Semangat membara Setya A Nagri wong Blambangan ternyata tidak pernah pupus. Seorang putra kelahiran lembah gunung Raung, LATIEF HENDRANINGRAT ,mengibarkan bendera merah putih bersama dua orang kawannya, didepan Bung Karno dan Bung Hatta . Dan Bung Karno dengan lantang membaca PROKLASI KEMERDEKAAN, dan pada hari itu telah berkibar sang saka Merah Putih di Banyuwangi.9)

CATATAN

1. Hasan Ali , Sekilas Perang Puputan Bayu , mengutip pendapat Lekkerkerker 1923.1056  diakui sebagai peperangan paling menegangkan , paling kejam “ De Dramatische vernietiging  het Compagniesleger)
2.Hadiah DIKA BWI Dalam buku ini peranan P. Jagapat (Rempeg) kurang menonjol, meskipun sumber sejarah lainnya menunjukan peran P.Jagapati ( Rempeg) sangat menonjol . Malahan Pem Da  dan DPRD telah mengajukan P.Jagapati sebagai Pahlawan Nasional. Belanda menyebut perang Pseudo Wilis.
3. Colmond , Komandan Pasukan Kompeni , veteran Perang Wong Agung Wilis
4. Hasan Ali, Sekilas Perang Puputan Bayu, Pemda Banyuwangi, menekankan pertempuran di Banyuwangi saja.
5.Berdasar sumber lainnya  R.Mas Puger  meninggal  dalam serangan benteng Banyualit.
6.  WALLACEA , ahli Flora dan Fauna yang membelah Indonesia dengan Garis Wallacea , mengungkapkan pohon Anchar ( beracun) Blambangan dijaga dua Iblis yang mematikan. Stanford Raffles . Hystory of Java.
7.DR (Lieden Univrsity)Sri Margana dosen UGM, mengakui kehebatan prajurit Blambangan dalam Strategy yang disesuaikan dengan penguasaan wilayah, dan digdaya( prajurit Blambangan kebal terhadap senjata, sehingga dijadikan ajang uji coba senjata-senjata baru yang dibuat Mataram, baik keris maupun tombak. Jika mampu membunuh orang Blambangan,maka  senjata itu dianggap sakti dan layak dipakai perang oleh Mataram) Mereka berperang secara gerilya: menyerang mendadak kemudian bersembunyi, serta membuat perangkap dan jebakan di jalan-jalan dan di atas pohon. “Musuh sering diarahkan ke suatu tempat di mana perangkap-perangkap telah disiapkan,” ujarnya.
Mengingat orang orang ini sangat Digdaya ( sakti), dan pandai berperang dalam perkembangan lebih lanjut , dibentuklah Prajurit Blambangan di keraton Surakarta.Pada tahun 1755, ketika perjanjian Giyanti ditanda tangani , maka Prajurit Blambangan di bagi dua. Sebagian untuk Keraton Srakarta , sebagian Keraton Yogjakarta.
Negara Krtagama , mpu Prapanca , mengakaui Blambangan sebagai andalan Majapahit.

Thomas  Stanford Raffles mengutip pernyataan Sultan Agung bahwa , masih ada dua kerajaan yang paling berbahaya belum terkalahkan yaitu Sumedang dan Blambangan.
Cortesao,dikutip Herusantosa (1987:13),merujuk Tome Pires, menyebut “rakyat Blambangan sebagai rakyat yang mempunyai sifat “warlike”, suka berperang dan selalu siap tempur, selalu ingin dan berusaha membebaskan wilayahnya dari kekuasaan pihak lain”.
Scholte (1927:146) menyatakan: “…. rakyat Blambangan tidak pernah sama sekali padam, dan keturunannya yang ada sekarang merupakan suku bangsa yang gagah fisiknya dan kepribadian serta berkembang dengan pesat, berpegang teguh pada adat-istiadat, tetapi juga mudah menerima peradaban baru”.
Prabu Tawangalun , raja Kerajaan Blambangan , juga menetapkan persyaratan kepemimpinan yang sangat ketat dalam memilih pimpinan  Blambangan . Syarat syarat  yang ditetapkan oleh Prabu Tawangalun adalah.KALOKA (Memiliki Visi), PRAWIRA . WIBAWA. BAHASA( menguasai bahasa perdagangan).
Pasukan ini dibubarkan pada zaman Pakubuwono ke III. Tetapi dihidupkan kembali pada Pakubuwono ke 4. (1788 sd 1820). Dibawah wewenang Mangkubumi II, dan diberi tanah pardikan
8.  Hasnan Singodimayan, Cliping kumpulan tulisan ,” Tetapi saya dengan suatu persyaratan ,jika pada judul pertamanya “Perang Bayu” ,saya tambah dengan prang “ Puputan Bayu”,sebab saya mengagumi nilai kejuanganya yang heroik.
9. Berdasar kesaksian Laksamana Madya Gatot Suwardi( 80 tahun), putra Blambangan. Saat bercerita pada penulis pada Oktober 2011.

~ oleh sumono pada 30 Desember 2011.

15 Tanggapan to “BLAMBANGAN MEMBARA. ( PUPUTAN BAYU)”

  1. Wah,, semakin lengkap …
    Salut pada Pak Sum, kok sampai sedetil itu,,,, gimana cara nyari sejarahnya…
    tapi yang pasti, mulai dari awal sampai akhir posting ini, tetap menunjukkan bahwa Wong Blambangan adalah Orang yang kesatria dan gagah berani, jadi kalau ada orang Blambangan yang sikapnya masih pengecut… berarti gak boleh ngaku Wong Blambangan …. kan enggih pak?

    • Itulah yang harus diwujudkan……karena delegemitasi dan sinisme telah menghilangkan/ menghancurkan jati diri wong Blambangan…mudah mudahan dengan sumbangan yang serba sedikit ini memberi makna…..

  2. Tulisan ini saya tempel ke web sma boleh pak? Biar orang2 makin tahu tentang situasi bagaimana heboh dan dahsyatnya perang puputan bayu, dan kebetulan ada nama Singo Manjuruh, yang merupakan cikal bakal nama Kecamatan Singojuruh.

  3. sejarah tetaplah menjadi sebuah sejarah… yang unik lagi menarik..untuk menjadi perenungan bagi generasi baru agar dunia tetap apik…asal jangan sampai sejarah di pelintir-pelintir…sudah jelas terjadi penyerangan dan penaklukan blambangan awal2 tahun 1600-an jangan anda sebarkan ke generasi muda cerita bahwa belambangan “seperti daerah yang tak pernah terkalahkan, pasukannya sakti2”. Jelas bahwa mentaram sudah berhasil masuk belambangan dan membunuhi serta menawan pembesar2, rakyat belambangan kemudian di bawa ke mentaram…diserahkan ke sultan sebagai ghanimah…adapun yang melarikan diri ke hutan2 ya ga bisa dibawa ke mentaram wong sudah lari terbirit-birit masuk hutan…dan merekalah ini yang menjadi cikal bakal daripada orang2 osing. kalau soal ilmu kebal dan kesaktian seseorang hampir setiap wilayah di nusantara ini ada orang2 seperti itu mas…. tidak hanya di belambangan baen…kalau memang orang belambangan betul hebat2, bahkan mampu berperang seperti gambaran kesaktian yang kamu ceritakan itu…maka balatentara belambangan hanya dalam hitungan seminggu saja dalam peperangan paregreg akan bisa masuk dan membedah ibukota majapahit dan membunuh raja dan para bangsawannya…tapi kenyataannya apa? belambangan kerajaannya hancur! bagaimana setelah perang paregreg blambangan seperti apa????? kalau memang sakti mandraguna otot kawat balung wesi…kenapa gak bisa menghancurkan kerajaan mentaram? kenapa tidak bisa membumi hanguskan pasuruan??? kenapa tidak bisa mengkis serangan kerajaan buleleng??? kenapa bisa tunduk di bawah ketiaknya kerajaan gelgel-mengwi, badung, bali..kenapa lawan belanda di bayu mencret semua….jangan takabur dengan melakukan upside down the facts lah….jadi manusia tuh yang biasa2 aja.

    • Terima kasih…….Wah ternyata yang mrlintir sejarah itu Londo lho mas…..sehingga kita berantem sendiri…Dalam sejarah Eropa ternyata Londo itu negara miskin dibawah laut….tidak pernah mampu memerdekakan diri dari penjajahnya….. Merdeka dari Spanyol a awal abad 16 karena bantuan Inggris, juga bebas dari Napoleon Bonaparte karena bantuan Inggris dan Prusia, bebas dari Jerman karena bantuan sekutu…..tapi kakek buyut kita ketipu tiap orang kulit putih ….Londo….numpang populer.Makanya banyak sejarahwan kita yang muda menyebut periode Babad Londo.
      Wah orang Nusantara ini sakti semua lho mas….cuma ada yang ikut jadi antek Belanda….nah mereka ini yang sendiko dawuh ….jadi ikut VOC, padahal sudah dikibulin setengah mati oleh Londo …heheh. Semua orang Eropa terpingkal pingkal melihat kebodohan Belanda cuma anteknya di Indonesia yang nggak percaya lagi sama Bung Karno.
      Semua negara terjajah telah menuntut hak-haknya dan telah mendapat perlakuan sederajat dari pem Portugal, Spanyol, Perancis, Inggris, Italia, Belgia ( negara yang memisahkan diri dari Belanda)…..kecuali Belanda licik. Untung Indonesia kaya ,coba kalo seperti Madagaskar, dan Suriname….wah ngenes mas …..Lapangan udara ibukota Suriname atau Madagaskar tidak lebih baik dengan terminal bus di Ketapang …heheh. Orang jajahan itu sekarang mendapat perlakuan sama dengan citizen di negara penjajah, dalam biaya dan kwalifikasi sekolah, bisa bekerja disemua persemakmuran, bebas visa ……tapi untuk ke Belanda orang Indonesia harus ngurus Visa, mau dapat bea siswa harus test berjenjang dengan boso londo padahal disana universitas sudah pakai Inggris ( opo ora edan)….Presiden kita mau kesana diadu sama RMS ( ini edan banget)……Padahal dunia mengakui bahwa kekayaan Londo sekarang hasil merampas dari Indonesia .
      Perang tanding di Nusantara tidak lebih politik Londo dalam divide et Empera….yo kok mau ya. Dan malah ada yang hasil imajinasi pengarang babad yang dibayar Londo.
      Mengenai perang Paregreg mas…..kok nggak ada di Negara Krtagama ( abad ke 15 awal) , begitu juga perang Bubat……..tapi ada di Pararaton yang ditulis tahun 1764….berapa abad itu ?? ….dan sarjana Indonesia menemukan …..ternyata tulisan itu tidak sama dengan prasasti yang ditemukan…..
      Tentang serangan Mataram ke Blambangan 1625…..Londo memang menulis bahwa Sultan Agung membawa 5000 orang Blambangan , menjadikan budak, untuk percobaan senjata , serta tameng tentara Mataram dalam penyerangan ke Batavia…..kok wong Agung sesadis itu ya Mas……Tetapi Stanford Raflless dalam Hystori of Java ….malah menulis wasiat Sultan Agung yang menulis bahwa ada dua kerajaan yang belum bisa dia kuasai yaitu Blambangan dan Parahyangan…. percaya mana hayoooo.
      Tentang serbuan Amangkurat( DR.(LIEDEN , Belanda) Sri Margana menyebut dia TIRAN) menyebut penyerbuan ke Blambangan bukan bermaksud menduduki, tetapi merampok dan memperkosa wanita…..
      Tentang Blambangan dikuasai Bali, Gel GEL , Buleleng , Mengwi…datanya kacau balau mas.
      Gel Gel itu kerajaan rohani jadi tidak mungkin menjajah. Buleleng itu dekat Singaraja luasnya sekitar 600 km persegi atau hanya seperduapuluh luas Blambangan , negeri agrarish, tidak bukti menguasai maritim , kapalnya kecil kecil sampai saat ini seperepuluh kapal Bugis, begitu juga Mengwi …..massak nyerang Blambangan pakai jukung….wahahahaha……selat Bali itu ganas lho mas arusnya…..kapal Ferry yang modern itu dari Ketapang ke Gilimanuk , yang memuat puluhan truk dan bis….itu saja jalannya melingkar lho….
      Kenapa wong Blambangan nggak menyerang Mataram…..sejak berdiri menjadi bagian Majapahit…negeri ini ,luas 10000 km2 adalah negeri subur loh jinawi ……itu yang nulis Mpu Prapancha dalam Negara Krtagama…..dalam pisuwanan agung selama prabu Hayamwuruk…..Blambangan mengirim patung kebo berlapis emas dan dari mulutnya keluar uang kepeng…..jadi gimana gitu….
      Tentang yang ngomong Blambangan amblas setelah perang Paregreg itu kan Londo dan antek anteknya……Berita keberadaan Blambangan pada abad ke 15 , didapat dari catatan dinasty Ming, abad ke 16, penjelajah Perancis Tome Pires, (malah ada petanya), abad ke 16 akhir Francis Drake mendarat di Ulupampang, Saya sendiri menemukan peta tahn 1629 yang dibuat Inggris yang menyebutkan Blambangan di National library Singapore , dan ini sesuai dengan desertasi DR. Sri Margana ( Leiden)…The Java’s Last Frontier ….bahwa sampai dengan tahun 1695 Blambangan mencapai kemakmuran yang luar biasa….dan mulai tahun 1700 VOC mulai mengincar dan menimbulkan kekacauan ….dan baru setelah perjanjian Giyanti VOC baru mengerahkan serbuannya ke Blambangan inilah pasukan yang dikerahkan;
      DR( Leiden) . Sri Margana ,desertasinya Java’s Last Frontier menulis : The foundation of this study is fairly simple question: Why did the VOC need such a long time ( aproximately forty years ) to incorporate this region succesfully into the VOC Administration. Sedang Drs I.Made Sudjana MA (Leiden) menulis dalam bukunya Nagari Tawon Madu menulis untuk menundukkan Blambangan mengirim tentara sebagai berikut : Penyerbuan pertama yang dipimpin Redwiyn Blanke terdiri dari 355 serdadu Eropa, tentara lokal ( Mataram , Madura, Surabaya) 3000 orang , kapal perang 25 buah plus kapal kecil, kekuatan ini kemudian ditambah dengan yang dipimpin oleh A,Groen 302 0rang ( diantaranya ada tamatan Akademi Militer Perancis yang sangat terkenal didunia , salah satu tamatannya adalah Naspoleon Bonaparte, tentara lokal 3100, kapal 13 buah……..
      Yang terakhir saudara saudara setanah air, bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang besar…..Sir Stanford Raffless , menangis meninggalkan Indonesia…dia tahun 1800 tidak percaya omongan Belanda yang ngungsi Ke Inggris karena Belanda dijajah Perancis……..dia lebih percaya cerita orang India di Bombay….yang menyatakan bahwa ada bangsa yang memiliki peradaban besar……maka dia memaksa The Great Britain merampas Nusantara dari Daendels ( wakil Perancis )….dan ternyata dia menemukan Borobudur, Candi megah di Jawa Timur , patung Pradya Paramita yang indah……maka temukan sejarah daerah anda yang besar…..jangan percaya antek belanda dan Belandanya……rekan di Banten , Sumatera dan Nusantara lainnya telah melakukan itu…..dan ternyata Belanda Bohong Besar……maka kurikulum sejarah UGM pun melakukan revolusi perubahan pendekatan sejarah…….hari ini telah dimulai expasi kerajaan Blambangan di Macan Putih……dan Dr. Sri Margana yang memimpinnya….dan beliau pula yang menyatakan Blambangan baru dapt ditaklukan tahun 1772.

  4. salam kenal pak sum…
    begitu bangganya saya menjadi orang using……
    tapi saya sedikit merinding ketika membaca ada salah satu nama “alap-alap”…( Kapten Alap Alap , orang Madura yang menjadi tentara Kompeni) pemimpin pasukan 2000 pasukan Madura)

    begini pak sum, luluhur saya bernama sama, joyo alap-alap berasal dari desa cluring (antara benculuk dan jajag), dari cerita turun temurun beliau orang yang sangat disegani..sampai2 ketika mengawinkan anaknya {buyut dari kakek) bupati banyuwangi sampai turun dari kudanya (kira2 di pegadaian cluring sekarang), dan berjalan kaki sampai ke rumahnya..

    waduh jangan-jangan……apakah ada keterangan tentang pasukan2 penyerbu blambangan apakah mereka stay di banyuwangi atau kembali ke daerahnya masing2…

    mohon pencerahannya pak…
    kesuwun…..

    • Yang saya dapat dari sumber sumber sejarah…..setelah perang tersebut, pasukan tersebut kembali ke Madura ….tetapi semasa Mas Alit menjadi bupati Banyuwangi , karena beliau dibesarkan di Madura…..maka banyak warga Madura ikut serta dalam rombongan beliau……. Mohon maaf hanya itu yang dapat saya sampaikan

      • matur nuwun pak sum…..

      • Sami sami ….salam kepada sedulur di Cluring……dari Cluring /Benculuk sebenarnya ada legenda yang menarik …..Legenda Panji Kularas….situsnya dekat mesjid Jamik. Waktu tahun 60an , saudara kita dari Bali sering menyambangi situs itu……Legenda Panji Kularas adalah ….cerita Prabu Majapahit ( salah satu dari raja raja Majapahit) ….yang berburu binatang ke Blambangan….kemudian menikah dengan putri pertapa…..ketika hamil ,ditinggal oleh Prabu….lahrlah seorang laki laki yang gagah ……..dan memiliki andalan jagonya yang terkalahkan……ketika Majapahit menyelenggarakan perlombaan adu jago …….maka Panji Kularas ikut serta…..dan seluruh jago jago ayam Majapahit kalah …..demikian juga jago Prabu Majapahit……maka Panji Kularaspun bertemu ayahnya Prabu Majapahit…..

  5. Trimakasih buanyak om, trus berkarya angkat banyuwangi gemilangkan Indonesia, tulisan om sumono saya copy untuk tugas2 anak2 asuh kami ( panti asuhan husnul khotima), trim dari erlambang

  6. Semakin bangga jadi orang Blambangan….

  7. Salut, atas usahanya tak banyak orang seperti anda yang telah tekun mengumpulkan dan menuliskannya kembali untuk kita semoga bermanfaat. Sangat menginspirasi…nedha nerima..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: