AKHUDIYAT(pENYAir, DraMawan, BuDayawan BANYUWANGI) peraih INternational Writing And Programe University Of Iowa ( disarikan dari tulisan Abdul Latief .Kompas .co.Jum’at 28 Desember 2001

AKHUDIAT, penyair, dramawan, dan budayawan, kelahiran Rogojampi Banyuwangi 5Mei m1946 itu bagaikan meteor yang lepas dari galaksi mengingat jenjang pendidikan yang ia lalui adalah hukum-hukum agama Islam di Pendidikan Hakim Islam Negeri .
Pola pergaulan Akhudiat dengan komunitas seniman dan budayawan di Yogyakarta, tahun 1964-1965, justru memberikan nuansa batin tersendiri ..
”Pengalaman saya pertama saat menonton WS Rendra di UGM (Universitas Gadjah Mada) dalam pementasan karya pengarang dari Amerika Serikat, Hai Orang Yang di Luar Itu, menjadi trigger “, ujar Akhudiat.
Keakraban bergelut dengan pelbagai buku sastra serta buku-buku pengetahuan lain, di Jefferson Library, Yogyakarta, dan kepustakaan United States Information Service (USIS) Surabaya menjadikan guru pengetahuan , sehingga dalam kiprahnya sebagai penyair, dramawan, dan budayawan, memberikan makna bagi Kota Surabaya, termasuk Jawa Timur. Sedangkan pergaulannya dengan para seniman dan budayawan di Yogyakarta memberi dorongan batin yang teramat kuat untuk menjadi seniman.
Tahun 1963-1964 saya bergabung dengan Teater Muslim Yogyakarta, dan bergaul dengan almarhum Muhammad Diponegoro, Arifin C Noer, dan Petrus Sujono.
Jika rekan-rekannya di PHIN Yogyakarta menjadi penitera dan hakim agama, sebaliknya wong Blambangan ini, justru besar dan meraih keharuman pada dunia berkesenian dan berkebudayaan Lima (5) naskah dramanya memenangkan lomba Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).yaitu tahun 1972, Grafiti . Naskah drama Joko Tarub dan Rumah Tak Beratap (1974),dan pada tahun 1975 dengan naskah drama berjudul Bui, dan Re (1977). Setelah memenangi lomba penulisan naskah drama tahun 1975, dia dikirim ke International Writing and Program di Universitas of IOWA, dan selama enam bulan belajar bahasa dan teater di sana,
Akhudiat yang mempersunting gadis Solo, Mulyani, tahun 1974, kini dikaruniai tiga orang anak; Ayesha, Andre Muhammad, dan Yasmin Fitrida.
”Mereka ndak mau jadi pegawai negeri karena enggak enak, karena mereka melihat bapaknya yang pegawai negeri dengan gaji waktu itu hanya Rp 500 per bulan. Padahal, waktu itu bayar rumah kos sudah Rp 600 per bulan. Jadi, ya saya mencari tambahan penghasilan dengan menulis naskah di koran-koran,(1970). “
Getir sebagai pegawai negeri sipil telah pula dirasakan ketika mengawali karier sebagai pegawai IAIN Sunan Ampel Surabaya. Dari pekerjaan sebagai Hubungan Masyarakat (Humas), Kepala Bagian Kemahasiswaan, hingga Tata Usaha Fakultas Ushuludin , dan pada. 1990-1995 mengajarDarmatologi/Drama Turgi di Fakultas Dakwah dan Sejarah Kesenian Islam di Fakultas Adab ,dan tahun 2oo2 akan pension; ujarnya sembari tersenyum.
Akan tetapi, Akhudiat sebagai seniman dan budayawan, telah membuktikan dengan karya sastra.Tahun 1970-an dia sudah menulis esai, cerpen, puisi, dan naskah drama, serta menerjemahkan beberapa karya sastra. Terakhir, Sherwood Anderson; Kematian di Dalam Hutan. Dan akhir tahun ini cerpen karyanya bertajuk New York After Midnight bersama karya-karya Rendra, Goenawan Mohammad, dan Taufik Ismail, diterbitkan oleh Yayasan Lontar.
LANTARAN eksistensinya sebagai penggerak sekaligus motivator dalam dunia berkesenian di kota berpenduduk 3,2 juta jiwa itu, Akhudiat oleh Wali Kota Surabaya, dokter Poernomo Kasidi, diberi penghargaan sebagai warga kota yang aktif di dalam bidang teater. Penghargaan ini telah pula menjadi pembuktian eksistensi Akhudiat sebagai seniman di kota arek-arek Suroboyo ini.
Tahun 1977-1982 Akhudiat yang akrab dalam pertemanan dengan seniman sekaligus budayawan Using , yakni Hasan Ali dan Hasan Singodimayan ,menjadi anggota pleno Dewan Kesenian Surabaya (DKS), sutradara Bengkel Muda Surabaya (BMS) ,dan tahun 1998-2003 menjadi salah satu Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur ,Bidang Informasi. Naskah dramanya Joko Tarub,juga diterbitkan Dewan Kesenian Jawa Timur sedang kumpulan puisi , tahun 1973-1999 bertajuk Jalan ke Sumber (85 hal) diterbitkan B.M.S Sekarang dia sedang mengumpulkan cerpen dan esai yang masih menumpuk di folder..
MELONGOK Akhudiat bagaikan menengok anak manusia yang unik, lantaran guyonannya penuh arti dan makna kemanusiaan. Ia pun melontarkan bahasa satire kepada kaum yang berlebel orang kaya baru (OKB), yang justru tidak memperkaya diri dengan olah otak yang berkait dengan olah pikir dan olah hati. Celakanya, mereka mengisi rohani bukan dari atas perut, hati hingga otak di kepala, tetapi justru dari perut ke bawah.
Kini Akhudiat telah merintis sebuah sekolah di bawah pohon, di BMS, DKS, setiap hari Selasa. Hal itu memberikan sumbangan besar terhadap olah pikir, olah rasa, olah batin, dan olah hati, karena melalui berkesenian itulah Akhudiat bisa disebut orang yang ahli.
Bagaimana nanti setelah pensiun sebagai PNS?
Akhudiat mengaku akan tetap bersastra, walaupun harus bolak-balik Surabaya-Rogojampi untuk bertani.
Kini, bisa jadi banyak orang menunggu kiprah kesenimanan Akhudiat yang lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Terbuka (UT), tahun 1992, itu. (Abdul Lathif.Kompas.com Jumat, 28 Desember 2001

Note

“Hei Yang Di Luar Itu” terjemahan dari “Hello Out There” karya William Sorayan,penterjemah Sitor Situmorang

~ oleh sumono pada 27 Juli 2010.

2 Tanggapan to “AKHUDIYAT(pENYAir, DraMawan, BuDayawan BANYUWANGI) peraih INternational Writing And Programe University Of Iowa ( disarikan dari tulisan Abdul Latief .Kompas .co.Jum’at 28 Desember 2001”

  1. Hei Yang Di Luar Itu terjemahan dari “Hello Out There” karya William Sorayan,adpn yg menterjemahkan adl Sitor Situmorang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: