*KEBO KEBOAN dan ANGKLUNG CARUK (THE BATLE MUSICAL FIELD)
1.KEBO KEBOAN
(Sumber ;Tradisional musik of the archipelago DitJen Nilai Budaya Seni ,Film)
Adalah sebuah tradisi ritual yang diadakan setahun sekali biasanya pada tgl 10 Suro atau 10 Muharaam didesa Alasmalang, Singojuruh, Banyuwangi, yang berkaitan dengan budaya agraris khususnya siklusn tanam padi.
Upacara ini adalah gabungan antara upacara minta hujan bila terjadi kemarau panjang atau rasa syukur , bila panen berhasil dengan baik.
Dalam upacara ini beberapa laki laki bersedia berdandan menjadi kerbau,berkubang di tengah kubangan sawah yang baru dibajak, kemudian diarak keliling desa, disertai karnaval kesenian rakyat. Kemudian mereka juga beraksi membajak sawah.
Beberapa dari mereka biasanya kesurupan , bertingkah laku seperti kerbau , melenguh ,makan rumpaut dan akan mengejar penonton yang tidak berlaku adil pada mereka.
(Kebo keboan is a ritual which is closely tied to agrarian culture,in particular the cycle of rice planting at ALasmalang village, Singojuruh ,Banyuwangi
It is combines a ceremony to pray for rain in the instance of a long dry spell with an offering of thanks to Dewi Sri , the Rice Gooddess.
In the ceremony, several men dress up and behave like buffallos, wallowing in the muddy fields that have just been ploughed and ready to plant rice. They even act like buffalos at work ploughing the field.One or more of them usually becomes possessed by spirits and in this case, they not only act like buffalos but also mmake the sound of buffalos lowing)
2. ANGKLUNG CARUK/ THE MUSICAL BATTLE FIELD.
Alasan diberi nama Angklung Caruk (Arena Pertempuran Musikal ) karena memang dua grup musisi dengan sarana yang lengkap berhadapan untuk bertanding mengadu kecerdasan musikalitas yang diturunkan dalam gending dan tabuhan.
Dalam adu gending ini setiap grup selalu diikuti oleh supporternya,sehingga dalam adu gending ini,(dalam adu kemahiran meniru lagu lawan) menjadi sangat ramai bukan saja sangat ramai karena sura gamelan yang gegap gempita, tetapi suara supporter yang saling menggugulkan jagonya.
Berdasarkan cerita para penabuh tua , dulu pentas Angklung Caruk sering melibatkan kekuatan supra natural untuk saling me njatuhkan lawan.
Tetapi sekarang sudah makin positip sebab para supporter sudah sportif menghadapi kekalahan dan kemenangan.
Disana juga selalu dihadirkan ahli ahli angklung yang berwibawa. Dengan kehadiran para ahli ini maka kelompok kelompok angklung dan supporternya tidak berani curang.
Group Angklung Caruk BANYUWANGI YANG terkenal dari ALASMALANG,( SINGOJURUH ), SUMBER SARI (SRONO ) .
(The reason it is given the title a” musical battle ‘ is that two groups of musicians , each with its own set of instruments,sit face to face, ready to do battle, the weapon being their musicality which is displayed through the instrument they play.
Based on the stories of several elderly musicians, Angklung Caruk performace formerly involved an element of supernatural power to try and defeat the opposition.
However nowadays,these event showing positip developments in that the supporters are becoming more willing to accept defeat as well as victory.
A performance of Angklung Caruk is always attended by number of experts and figures of authority, and for this reason , neither side dares to play dirty or cheat in order to win the contest.
The famous Angklung Caruk Banyuwangi, from ALASMALANG ( SINGOJURUH). SUMBERSARI (SRONO)




sehari setelah lebaran biasanya ada juga acara sablang di kemiren…mantab kesenian banyuwangi.
Kesuwun dik …untuk kunjungannya. Kalau mampu mengolahya dengan baik…..banyak sekali potensinya.
wow ….terobati rindu kampung halaman
Terima kasih untuk kunjungannya
Kudu di jogo kelestariane budaya tanah kelahiran dulor…