SUNAN GIRI ,PUTRA BLAMBANGAN , PAUS ( KHALIFATUL Mu’minin )INDONESIA

Makam Sunan Giri.

Canggah Hayamwuruk  ,bergelar Prabu Satmaka  atau Ratu Tunggul Khalifatul Mu’minin bin Sayyid Ya’qub  alias Syaich Wali Lanang  alias Mawlana Salam dari Blambangan bin Mawlana Ishaq Pasai


Jika dilacak secara geneokologis, Sunan Giri dari sisi ibu Sekar Dalu  memiliki darah biru , karena Sekar Dalu  ,raja Blambangan , Bhre Pakembangan/ Menak Sembuyu , yang adalah putra Bhree Wirabhumi /Menak Jinggo , yang adalah putra tersayang Hayamwuruk (Wangsa Sanggramawijaya)  , yang jika  diteruskan sampai Ken Dedes dan Ken Arok( wangsa Isana)[1], dan ayahnya adalah ulama Islam yang sangat terkenal di Nusantara , Maulana Iskah /Syaich Sidik / Syaich Awalul Islam /Wali Lanang ,guru para Wali Sanga[2] , putra Syaich Jamaludin Qubro yang berkedudukan di Mekkah al Mukarommah dan keturunan Rasululloh.[3]                                                                  Jika bukan karena kehendak  Alloh , sulit rasanya perkawinan bisa  terjadi.

Peristiwa besar  ini bermula dari  Perang Paregreg antara  Bhree Wirabhumi/Menakjingo   dengan Majapahit Kedaton Kulon/  Wikramawardhana (menantu Hayam Wuruk)yang  telah mengambil alih  kekuasaan dari istrinya Kusumawardani( putri Hayamwuruk dengan Permaisuri). Bhree Wirabhumi sebagai putra dari selir Hayamwuruk, dan wangsa Sanggramawijaya merasa lebih berhak dari Wikramardhana . Wikramawardhana bukan wangsa Sanggramawijaya, dan penganut Budha  dan lebih dari itu dia telah melakukan kebohongan waktu menikah dengan Kusumawardhani, dengan  mengaku jejaka  padahal dia telah menikah.[4] Pada masa Wikramawardhana , seluruh negara yang bergabung dengan Majapahit pada masa Rajasanagara , telah memisahkan diri. Kediri, Adipati di pantai utara Jawa, Bali, Pamalayu  , karena Wikramawardhana tidak memiliki Legalitas dan tidak mampu memimpin , dan bukan pejabat yang dikenal baik oleh para raja raja yang dulu bergabung dengan Majapahit. Demikian juga Adipati Bhree Wirabhumi dari Blambangan yang merasa berhak atas tahta tersebut, karena dia adalah satu satunya putra Rajasanagar ( Hayamwuruk ) meskipun dari Selir. Setelah pemisahan tersebut Blambangan berkembang sangat pesat sehingga menjadi negara yang diakui kaisar Lung dari dinasty Ming China , melalui laksamana Cheng Ho.( Laksamana Cheng Ho mengunjungi negara Asia dan Arab sebanyak tujuh kali, Java ( antara lain Blambangan) mendapat kunjungan kehormatan sebanyak enam kali.)

Pada perang  pertama,  Wikramawardhana kalah dan berjanji akan menyerahkan kekuasaan pada Bhre Wirabhumi pada akhir tugasnya.

Ketika Wikramawardhana lengser keprabon, ternyata ingkar janji  pada Bhree Wirabhumi,  kekuasaan diserahkan pada putrinya Dewi Suhita/ Kencanawungu. Hal ini tentu tidak disukai  Bhre Wirabhumi.Tetapi rupanya Dewi Suhita mendahului menyerang Majapahit Kedaton Wetan karena pada saat itu  Laksamana Cheng Ho  sedang mengunjungi Majapahit Kedaton Wetan yang diduga akan membantu Blambangan.

Peperangan ini  telah mengakibatkan Majapahit Kedaton Wetan dan Majapahit Kedaton Kulon terpuruk dalam kesengsaraan. Dan  Majapahit Kedaton Wetan lebih parah, karena kalah dan kepala Bhre Wirabhumi  dipancung, selain itu  perekonomian hancur , juga terjadi wabah penyakit . Selain rakyat yang terserang wabah juga putri Bhree Pakembangan  pengganti Bhre Wirabhumi,  Dewi Sekar Dalu menderita sakit. Keadaan Majapahit Kedaton Wetan , menjadi perhatian Maulana Malik Ibrahim/Sunan Gersik, karena  Gersik  telah mempunyai hubungan perdagangan yang erat dengan Blambangan, dan pada kenyataannya beliau mengetahui bahwa Bhree Wirabhumi bukanlah pihak yang dapat dipersalahkan dalam perang tersebut, mengingat  dalam waktu singkat nama Bhree Wirabhumi telah  dipulihkan, dan diagungkan dengan dimakamkan di Candi Grisapura di Desa Lung (1406), (Pendirian candi adalah   bentuk penghormatan tertinggi  raja Hindu wangsa Sanggramawiajaya,) dan panglima perang Majapahit Kedaton Kulon ,Bhree Narapati, yang membunuh Bhree Wirabhumi dihukum pancung.

Karena itulah Maulana Malik Ibrahim , meminta kawan seperguruan Maulana Iskak yang  memiliki pengetahuan tentang pengobatan, dan baru saja  datang dari Mekkah al Mukarommah ,untuk mengobati  Dewi Sekar Dalu sekaligus mencegah tersebarnya wabah. Sebagai penghargaan  atas sembuhnya Dewi Sekar Dalu, Maulana Iskak dinikahkan dengan Dewi Sekar Dalu. (Solichin Salam dalam buku “Sekitar Wali Sanga”, Penerbit Menara Kudus, Semarang, 1974. Penulis lain, Umar Hasyim, dalam bukunya “Sunan Giri”, Penerbit Menara Kudus, Semarang, 1979, di halaman 21 menyebutkan, “Maulana Ishak diberi tugas oleh Zawiyah Cot Kala untuk menyebarkan Islam ke Jawa. Beliau kawin dengan salah seorang putri Blambangan. Dari perkawinan itu beliau dikaruniai seorang putera yang bernama Raden Paku yang kemudian bergelar Sunan Giri”. )

Pada awalnya perkawinan ini bisa diterima,  tetapi kemudian , perkawinan dari ras yang berbeda dan dari para pemeluk teguh agama yang berbeda itu, menimbulkan masalah. Islam mulai menyebar di kalangan istana Blambangan. Maka kalangan istanapun sangat khawatir  dan mereka bersepakat untuk meminta  Maulana Iskak meninggalkan Blambangan.Tidak dapat menolak permintaan tersebut ini , prabu Bhree Pakembangan  meminta agar Maulana Iskak, meninggalkan Blambangan.Maulana bersedia meninggalkan Blambangan ,menuju Samudra Pasai  dan menitipkan istrinya yang sedang mengandung , dan meyakinkan prabu Bhree Pakembangan tidak akan ada penyerbuan kerajaan Islam ke Blambangan .Sebagai bukti cintanya pada tanah Blambangan dia membawa segumpal tanah Blambangan ( tanah ini dalam riwayat diberikan kepada Sunan Giri).

Berguru pada Sunan Gersik dan Syech Awalaul Islam                                                                                                                                                    Ketika Dewi Sekar Dalu  melahirkan seorang putra, maka kalangan istana Blambangan semakin gelisah, karena pada bayi itu berdarah biru dari dua wangsa/ras, yang  berpeluang sebagai pewaris tahta.Maka untuk menghindari suasana keruh berkepanjangan , prabu Bhree Pakembangan menyerahkan cucunya , kepada Sunan Gersik /Maulana Malik Ibrahim, dengan penuh kehormatan. Dan bayi ini kemudian  diasuh oleh saudagar kaya Nyi Ageng Pinatih.[5]  Tidak berkelebihan bahwa bayi itu kemudian mendapat julukan Bagus Samudra,karena kelahirannya telah menggoyahkan Blambangan ( Samudra adalah laut yang bergelombang besar, dan terletak di timur Blambangan), tetapi juga mendapat julukan R. Paku karena kegoncangan yang ditimbulkan dapat direda , malahan memperat hubungan Gersik dan Blambangan.

Sejak kecil Bagus Samudra/R.Paku mendapat pendidikan dari Maulana Malik Ibrahim.Bukti bahwa Maulana Malik Iobrahim/Sunan Gersik adalah tokoh yang berwibawa terdapat prasasti pada batu nisannya, sbb:Inilah makam Almarhum Al Maghfur yang mengharap rahmat Tuhan , kebanggaan pangeran pangeran ,sendi sultan dan menteri menteri , penolong , para fakir miskin , yang berbahagia lagi Sahid , cemerlang simbol agama dan negara .Malik Ibrahim yang terkenal dengan Kyai Bantal, Alloh meliputiNya dengan rahmat dan ke ridhaanNya, dan dimasukkan ke dalam surga, telah wafat pada  Senin,12 Rabiul Awal tahun 822H.[6]

Dalam Babad Tanah Jawi beliau disebut Syech Ibrahim Asmarakandi berasal tanah seberang yang membujuk raja Cempa untuk masuk Islam [7], sedang Babad Majapahit dan Para Wali , menyebut beliau Ki Syech Ibrahim Asmara  saudara raja Cempa [8] Dari cara beliau mengajar dengan menggunakan bantal, dan nama beliau yang menggunakan  Asmarakandi, atau Asmara, dan cara beliau berpakaian , dengan ujung serban yang menjulur panjang, serta dari wajah beliau yang mengarah Mongolid, maka dapat dipastikan beliau dari Samarkand, daerah pusat peradaban Islam yang tinggi (dinasti Abbasiyah,zaman keturunan Jengkhis Khan ( Cucunya menjadi maharaja Islam di India maupun Asia Tengah) dan Turki Ustmani ). Daerah ini menjadi pertemuan peradaban dunia dan pernah melahirkan pujangga besar dan tentu ahli hadist terkemuka Imam Buchari. Alkisah, setelah menyelesaikan tugas belajarnya dengan baik, maka R.Paku/ Bagus Samudra diperintahkan menjalankan rukun Islam yang ke lima ( haji) bersama putra sang Sunan Gersik, Maulana Makdum Ibrahim, kawan seperguruan. Menjadi kewajiban seorang putra sebelum berangkat ke tanah suci untuk menghadap sang ayah Maulana Iskak ,yang pada saat itu telah bergelar Syech Awalul Islam karena menjadi guru dan panutan para Sunan, yang pengaruhnya meliputi Nusantara dan tanah Melayu.

Pesantren Pertama  dan pertemuan tiga peradaban dunia.                                                                                                                                      Setelah bertemu dan menjadi murid  sang ayah selama tujuh tahun[9], maka  sang ayah meminta  R.Paku  dan Maulana Makdum Ibrahim untuk menunda ibadah haji dan meminta segera  pulang  untuk lebih mengutamakan melakukan syiar Islam serta mendirikan tempat  pesantren.[10] Khusus kepada putranya R.Paku, Maulana Iskak menyerahkan segumpal tanah Blambangan , yang dibawanya  sebagai rasa cinta pada istrinya Dewi Sekar Dalu dan pada tanah Blambangan, untuk ditanam pada tanah  tempat dirikannya pesantren.

Selain atas pertimbangan kajian Fiqh , ternyata  dalam kajian  sejarah, pada periode tersebut Portugis telah menaklukan Maluku dan bersiap menggempur kerajaan Islam Melayu,  ini membuktikan  Maulana juga memiliki  visi yang jauh tentang penyebaran Islam, maka tugas mensyiarkan agama Islam di Nusantara , ibarat berpacu dengan waktu dengan missi bangsa Portugis yang juga mensyiarkan agama Kristen.                                                                                                                                                                                                                                                     Sunan Giri kemudian kembali ke Gersik bertapa 40 hari kemudian  mendirikan pesantren di tanah berbukit  (Giri), serta menanam tanah yang diterima dari ayahnya Maulana Iskak ditempat tersebut. Oleh karena itu  kemudian tempat itu dikenal  sebagai daerah Kebo Mas.N ama yang d[pautkan dengan Kebo/Lembu menunjukan turunan raja.[11]                                                                                                                                  Dengan mengamati prilaku  Sunan Giri diatas, bertapa di Bukit, membangun pesantren, dan memberi nama tempat dengan Kebo Mas,membuktikan Sunan Giri, sangat menghormati  leluhurnya , darah Blambangan, pemeluk teguh Hindu  Siwa , dan tempat gunung suci ummat Hindu Semeru, serta lambang Majapahit Kedaton Wetan  yaitu Kebo Mas[12]

Sunan Giri sendiri seperti diuraikan diatas ,adalah canggah Hayamwuruk , raja Agung Majapahit ,dengan daerah kekuasaannya meliputi Nusantara dan tanah Melayu,   yang juga ternyata keturunan wangsa Arya yang telah menetap di Jawadwipa sejak abad ke tujuh ,  pendiri candi agung Hindu Prambanan [13]. Sedang dari pihak ayah Maulana Iskak/Syech Awalul Islam, keturunan langsung dari Rasullulloh

Pertemuan tiga  peradaban besar dalam  diri Sunan Giri  (Hindu Siwa,Asia Tengah, Arab)  telah mampu melahirkan  ulama yang menguasai ilmu agama yang tinggi,beliau juga  menguasai budaya dan seni, dan peradaban dunia dan  dikenal juga kepiawiannya sebagai Negarawan.

Sebagai ulama yang berwawasan dunia , beliau mentranformasikan kebiasan Hindu ( Bertapa) dan Nyantrik pada pendeta Hindu Siwa menjadi  pendidikan Islam khas Nusantara ( Pesantren).

Beliau melahirkan sistim pengajaran yang menggabungkan budaya Islam Asia Tengah yang energik dan budaya Majapahit halus ,selain pelajaran wajib standard pesantren beliau menekankan pendidikan berbasis olah batin ,olah budi,olah pikir,olah raga, olah rasa.

Pada olah batin selain dengan tirakat dan puasa, juga nampak dalam nilai yang harus dianut oleh santrinya yaitu;

  • Gusti iku bagusing ati; Gusti iku dumunung ana  atining manungsa kang becik.
  • (Tuhan adalah hati yang suci; Tuhan itu berada pada hati yang suci)
  • Sing sapa nyumurupi dating Pangeran iku ateges nyumurupi awake  dhewe. Dene kang durung mikani awake dhewe durung mikani dating Pangeran.
  • (Mengetahui zat Tuhan berarti mengenal dirinya sendiri.Dan barang siapa belum mengenal dirinya sendiri , berarti belum mengerti zat Tuhan

Pada  olah budi dilaksanakan dengan pendidikan character,melalui nilai nilai,

  • Kahanan donya ora langgeng , mula aja ngegungake kesugihan lan drajatira , awit samangsa  ana wolak waliking zaman ora ngisin isini.
  • (Keadaan dunia ini tidak abadi, oleh karena itu jangan menngagung agungkan kekayaan dan derajatmu , sebab bila sewaktu waktu terjadi perubahan keadaan Anda tidak akan menderita aib./Profesional)
  • Kahanan kang ana iki suwe mesthi ngalami   owah gingsir , mula aja lali marang sapadha padhaning tumitah.
  • (Keadaan yang ada tidak lama pasti mengalami perubahan , oleh karena itu jangan melupakan sesama hidup./ Caring)

Dalam olah pikir dalam pengajaran selain fiqh juga diajarkan ilmu falak.

  •   Sebagai bukti kepiawiannya  dalam ilmu falak, beliau selain mengajar juga menulis buku ilmu falak yang disesuaikan dengan alam dan jalan pikiran orang Jawa. Pemikiran beliau ini menarik pujangga besar Jawa Ranggawarsita dan kemudian menulis ulang dalam Serat Widya Pradana. Buku tersebut tersimpan di Museum Radya Pustaka Solo. ( Wiji Saksono .Mizan, Mengislamkan Tanah Jawa 1995. 144.)

Dalam olah raga diajarkan  ketrampilan bela diri .

  • Pengajaran Ketrampilan Bela Diri dalam pesantren beliau , telah menghasilkan prajurit tangguh yang memiliki watak mulia. Peran mereka jelas dalam memperkuat kedudukan kerajaan Islam diluar Jawa, utamanya di Hitu Maluku

Dalam olah rasa menggunakan methode seni dan budaya,Sunan Giri menciptakan systim dan methode  mengajar dengan permainan  seperti

  • Permainan jetungan
  • Jamuran
  • Gula ganti
  • Cublak cublak suweng
  • Tembang Asmarandana
  • Tembang Pocung[14]

Pantaslah Pesantren ini sangat berhasil membangun para santrinya  sebagai orang yang bercharacter dan berwibawa menyebar keseluruh Nusantara dan bermutu. Sehingga Pesantren ini sangat terkenal dan  menjadi tempat belajar dari siswa Nusantara    juga dari luar negeri  Cina,Arab, Mesir dan Eropa.[15] (pada saat itu Eropa adalah wilayah kerajaan Islam Turki Ustmani).  Maka menjadi wajar jika penduduk Blambanganpun ,banyak menjadi santri beliau, mulai mendalami Islam sehingga penyebaran Islam di Blambangan yang Hindu berjalan damai dan indah seperti nampak pada budaya Blambangan saat ini.  Lebih dari itu ternyata banyak santri dari Blambangan yang  mulai menyebar keseluruh Nusantara , dan Melayu mengikuti sebaran pengaruh Sunan Giri

Paus Indonesia

Dengan berbasis pendidikan yang bermutu, selain menghasilkan santri yang berwibawa ,Sunan Giri telah mendorong Gersik menjadi daerah yang berkembang pesat sebagai pusat perdagangan. Kemajuan Gersik yang sangat pesat ini , sangat merisaukan Majapahit Kedaton Kulon, sehingga Majapahit melakukan expedisi untuk menaklukan  kedudukan Gersik, tetapi dua expedisi penyerbuan ini gagal .[16]

Kegagalan penyerbuan Majapahit ini, malah meningkatkan wibawa Sunan Giri dan meningkatkan aktivitas Gersik sebagai kota perdagangan.  Dr.Purwadi M.Hum dan Dra Enis Niken H.M.Hum menggambarkan sebagai berikut ;  Pada abad ke 15 dan masih juga dalam paruh pertama abad 16 Mataram Hadiningrat dianggap sebagai tlatah terbelakang yang berkebudayaan kasar, Sebagian Adipati Jawa timur itu trah yg sudah maju kebudayaannya dan berasal dari negeri asing.[17]   Dalam bidang ekonomi dan sosial terdapat jurang yang dalam antara Mataram Hadingrat di pelosok yang masih rendah kebuadayaannya dan tlatah 2 Jawa Timur yang telah maju.Jawa Timur telah mempunyai kota kota pelabuhan yang gemah ripah loh jinawi .Kebudayaan ngrembaka dengan adanya perdagangan laut dan pergaulan dengan orang orang asing.[18]

Karena kehebatannya sebagai ulama yang berpengetahuan luas beliau memiliki peranan yang amat penting yaitu;

  • Raja Peralihan.Ketika kerajaaan Majapahit runtuh pada tahun 1478, para wali merumuskan perlunya didirikan sebuah kerajaan yang bisa melindungi orang  orang Islam dan mendakwakan ajaran Islam Setelah musyawarah tuntas ,maka diputuskan  Bintoro sebagai pusatnya. Dan Sunan Giri dipercaya untuk meletakkan dasar dasar kerajaan masa perintisan.Selama empat puluh hari, Sunan Giri memangku jabatan tersebut .Setelah itu ,ia menyerahkannya kepada  Raden Fatah , putra raja Majapahit Kertabhumi.[19]
  • Pemimpin para wali dan King Maker.Kepercayayan para Sunan telah dilaksanakan dengan baik, beliau tidak tergiur pada kekuasaan , oleh karena itu pantaslah ketika Sunan Ampel , Ketua para wali wafat  pada 1478, Sunan Giri diangkat sebagi penggantinya . Dan atas  usulan Sunan Kalijaga , ia diberi gelar Prabu SatmataPrabu Satmaka  atau Ratu Tunggul Khalifatul Mu’minin bin Sayyid Ya’qub  alias Syaich Wali Lanang  alias Mawlana Salam dari Blambangan bin Mawlana Ishaq Pasai
    ( mungkin ini sebagai bukti bahwa beliau diakui sebagai King Maker). Diriwiyatkan, pemberian gelar itu itu jatuh pada 9 Maret 1487, kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Gresik.[20]
  • Paus Indonesia.Menurut H.J De Graff,( sejarahwan Jawa) lahirnya berbagai kerajaan Islam ,seperti Demak, Pajang , dan Mataram tidak lepas dari peranan Sunan Giri.Khusus mengenai pengangkatan Sutawijaya atau Panembahan Senopati, peranan Sunan Giri sangat menentukan.Ketika Sultan Hadiwijaya menolak pengangkatannya sebagai Adipati Mataram, tidak seorangt Walipun membelanya. Tapi Sunan Giri  tampil membelanya , maka akhirnya Sultan Hadiwijaya menerimanya, dan Sutawijaya pun menjadi Sultan Mataram . Tetapi sejarah kemudian mencatat keturunan Senopatilah yang melanyapkan Kedaton Giri, dengan membakarnya dan membunuh P. Singosari ( canggah Sunan Giri).
  • Pengaruhnya kata sejarahwan Jawa itu, melintas  sampai keluar  pulau jawa seperti Makassar ,Hitu, Ternate.Konon seorang raja barulah syah kerajaannya kalau sudah direstui oleh Sunan Giri (  Rikclefs 1974). Pengaruh Sunan giri juga tercatat dalam buku  Through Account of Ambon,serta berita orang Portugis dan Belanda dikep. Maluku.Dalam naskah tewrsebut kedudukan sunan Giri disamakan dengan Paus  bagi ummat katolikRoma , atau khalifah bagi ummat Islam.Dalam babad Demakpun tercatat [21]( ibid 107).
  • Membatalkan Penaklukan Sultan Trenggono terhadap Blambangan. Kearifan Sunan Giri juga nampak ,ketika Sultan Trenggono ( sultan Demak ke tiga) pada tahun 1576 bermaksud menaklukan Blambangan, beliau meminta agar serangan itu dibatalkkan  karena sesuai  wasiat sang ayah  Maulana Iskak, kerajaan Islam tidak diizinkan menyerang Blambangan. Karena beliau berharap pengislaman Blambangan berjalan dengan indah dan damai.
  • Diplomasi Bungkus dan isi. Setelah Kanjeng Sultan Pajang Hadiningrat wafat  1589 , Senopati dari Mataram bertindak agar kekuasaannya diakui oleh raja raja di Jawa Timur [22].dan pada permulaan abad ke 16 Mataram Hadiningrat menggempur Jawa Timur, dan dibendung didekat Japan  oleh gabungan Jawa Timur dibawah pimpinan adipati Surabaya ( Tuban, Sidayu , Lamongan, Gresik, Lumajang ,Kertosono, Malang, Pasuruan, Kediri, Wirasaba, Blitar, Pringgabaya, Pragunan, Lasem , Madura, Sumenep, dan Pakacangan.) Pada kesempatan itulah Sunan Giri mendamaikan Mataram Hadiningrat dan Surabaya( Jawa Timur) dengan menyuruh kedua pimpinan itu untuk memilih antara bungkus dengan isi .Mataram Hadiningrat memilih bungkus dan adipati Surabaya memilih Isi. Kedua pemimpin itu berpisah dengan damai [23].Blambangan merasa tidak terikat dalam perjanjian ini, karena Blambangan adalah kerajaan Hindu. Oleh karena itu kemudian P.Senopati menyerbu Blambangan. Blambangan kalah , akibatnya 5000 prajurit Blambangan  di tawan dan dibawa ke Mataram, dijadikan percobaan untuk menguji kesaktian senjata Mataram. Meskipun kalah , tetapi Blambangan tidak tertaklukan, dan kemudian berjaya kembali dengan memindahkan ibu nagari ke Kedawung ( Puger, Jember)

Catatan : Dengan perjanjian ini ,kemudian Jawa Timur ,melepaskan ambisi kekuasaan, dan punahlah bentuk kerajaan dI Jawa Timur ,tunduk pada Mataram, dan lebih berkonsentrasi pada pengembangan keagamaan. Kerajaan Blambangan, tidak terikat  merasa terikat pada perjanjian ini tetapi tetap berhubungan baik dengan daerah daerah Islam.Dan sebagai konsekwensi dari perjanjian ini, gelar raja Mataram “Senapati Ingalaga Sayidin Panatagama”(artinya Panglima Perang dan ulama pengatur kehidupan Agama), hanya sampai pada Sutawijaya. Putranya Mas Jolang(1601) bergelar Panembahan Hanyakrawati, malahan Cucu Sutawijaya  Pangeran Aryo Martopuro, (1613) menggunakan gelar Prabu Pandita Hanyakrakusumo , menandai pengaruh Islam sudah surut dari keraton Mataram. Dan Jawa Timur , Madura ,mulai memberontak. Setelah memadamkan pemberontakan di Jawa Timur tetapi gagal menaklukan Blambangan, Pangeran Aryo Martopuro  bergelar Sultan Agung Senopati  Ingalaga Abdurachman.

Setelah wafatnya Sultan Agung, pengaruh pemilihan bungkus semakin besar,perpecahan melanda Mataram, dan Jawa Timur semakin bergolak. Malah dibawah pimpinan Trunojoyo berhasil menaklukan Mataram. Dan sejak Mataram berada dibawah kekuasaan Company.

  • Menjadi inspirasi gelar Menak untuk raja Blambangan. Meskipun kerajaan Blambangan  kerajaan Hindu  sangat berkuasa pada abad ke sampai denganabad 18,[24] tetapi perkembangan Islam di kerajaan itu berjalan dengan cepat dan damai.Demikian juga perkembangan Islam  di Blambangan pada masa Sunan Giri.  Rakyat Blambangan mulai berbondong bondong  mengirim  putranya menjadi santri Sunan Giri ,kemudian kembali menyebarkan Islam di Blambangan. Karena keleluasan penyebaran Islam dan perlindungan ummat Muslim di Blambangan , maka tidak heran raja Blambangan yang Hindu  dalam babad para wali maupun babad lainnya mendapat gelar Menak.Padahal  Gelar Menak dalam babad Betaljemur adalah gelar untuk raja raja Islam.Raja raja Blambangan,yang mendapat  gelar Menak adalah Bhree Wirabhumi ( Buyut Sunan Giri) bergelar Menakjinggo,[25] Bhree Pakembangan ( Kakek Sunan Giri) bergelar Menak Sembuyu, Tawangalun bergelar Menak Kedawung.
  • Wakil Kerajaan Blambangan sangat dihormati para Wali. Pengaruh Sunan Giri ( sebagai  kepala para wali ) juga nampak pada para wali dan raja Islam .Dalam kegiatan keagamaan di pusat pusat kerajaan Islam, ummat Islam di Blambangan selalu ikut serta. Ini nampak dalam tradisi Maulud nabi, tradisi maulud nabi di Banyuwangi sama dengan tradisi para wali.Dalam Babad Wali Sanga juga disebutkan ketika mesjid Demak diresmikan, Adipati Blambangan, menjadi salah satu tamu terhormat dalam acara tersebut. Dengan demikian meskipun Blambangan adalah kerajaan Hindu, tetapi memiliki kedudukan yang amat terhormat dalam kerajaan Islam Demak.

Delegimitasi dan Sinisme.

Dengan memperhatikan  Peranan Sunan Giri tersebut diatas, harus diakui bahwa pengaruh Sunan Giri sangat luar biasa besarnya di Nusantara terutama di Jawa Timur khususnya Blambangan. . Ketika berkecamuk Perang Diponegoro yang  mampu menggerakkan kekuatan rakyat seluruh Jawa   Kompeni menyadari betapa bahayanya apabila perang ini dapat menggerakkan rakyat Jawa Timur. Pangeran Diponegoro adalah seorang pemimpin Kharismstis seperti dikemukanProf Dr. M,Bambang Pranowo[26]

Pernah ada  masa masa tertentu  ketika Islam berfungsi sebagai satu satunya kekuatan meliputi  segala sesuatu  kekuatan  yang meliputi segala sesuatu dan mampu memberikan rasa persatuan serta identitas di hampir seluruh penjuru Pulau Jawa. Misalnya selama Perang Jawa /Perang Diponegoro melawan Belanda ( 1825 SD 1830)

Perang Diponegoro, sungguh perang yang heroik,  taktis dan strategis, sehingga menguras biaya yang luar biasa. Biaya ini sangat memberatkan Belanda karena kerajaan Belanda baru saja terlepas dari penjajahan Perancis (Napoleon Bonaparte),  sehingga Belanda mendekati “negara yang bangkrut” ,ketinggalan dari negara Eropa lainnya dan sementara keadaan sosial masyarakat dalam keadaan morat  marit[27]. Maka pantaslah Belanda untuk menaklukan P.Diponegoro  , melakukan tipu daya yang licik.

Maka  untuk mematahkan perlawanan rakyat  ex Majapahit Kedaton Kulon dan Wetan yang mendukung P.Diponegoro  dilakukan delegimitasi dan sinisme.

Bagian Luar Makam Sunan Giri

Karya seni budaya Jawa untuk menunjukkan penghormatan dan kecintaan masyarakat kepada sang penghuni makam

Pada rakyat Majapahit Kedaton Kulon dan pesisir , disebarkan fitnah tentang Sunan Giri melalui buku/ajaran Serat Darmogandul ,yang ditulis seorang pengarang yang menamakan dirinya Kalamwidi dan terbit 1830, sedang untuk Majapahit Kedaton Wetan diciptakan Langendriyan Menakjinggo ,Damarwulan , yang menggambarkan betapa culasnya raja Majapahit Kedaton Wetan.  Dua cerita mengisahkan  Sunan Giri maupun Menakjinggo  melakukan perlawanan pada Majapahit, sebuah fitnah yang keji.

Majapahit adalah kebanggaan rakyat Jawa Timur , sehingga setiap cerita yang berkaitan dengan kehancuran Majapahit memiliki dampak yang luas terhadap persepsi rakyat .Ternyata Belanda dan Mataram berhasil menyebarkan fitnah keji itu. Dan wong Blambanganpun kehilangan jati dirinya dan juga melupakan Sunan Giri. Menyedihkan.


[1] Geneocologi Majapahit , Hasan Ja,far dan Negara Krtagama . lihat lampiran.

[2] Kepercayaan terhadap wali , bukanlah hal yang hanya ditemui dalam Islam Jawa . Kepercayaan ini dapat ditemukan di kalangan muslim seluruh dunia .Giselnan misalnya melakukan study Wali and Sufin in Modern Egypt ).Prof Dr.Bambang Pranowo . 235  via Giselnan.117

[3].Babad Blambangan( versi Gancar), Babad Walisanga,, terdapat juga dalam epitaf ( Prasasti pendek pada nisan ) dari batu berangka tahun 1232(1310M) yang terdapat dalam situs Troloyo Mojokerto . ( Seminar Hari jadi Banyuwangi  14.

[4]Langit Kresna Hariadi Gajah Mada ( Trilogy), Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, Solo, 2008.

[5] Cerita tentang bayi itu dibuang kelaut, adalah  imajinasi dan dramatisasi  meniru cerita nabi Musa A.S. Tidak ada ajaran/tradisi Hindu Siwa yang mengajarkan tindakan itu ,putra darah biru wangsa Isyana selalu mendapat penghormata , karena  Ken Dedes memperlakukan sama putra dari Ken Arok  maupun putra  dengan Tunggul Ametung (walaupun Tunggul Ametung musuh besarnya), demikian juga wangsa Sanggramawijaya , Hayamwuruk memperlakukan sama.                                                                                                                                 Dari sisi Islam hal itu juga merupakan penghinaan besar, sebab putra  Sekar Dalu adalah darah biru ulama ternama, tidak hanya  berpengaruh di Jawa tetapi juga seluruh Nusantara dan Melayu, dan dia pembawa nasab ayahnya. Oleh karena itu pembuangan bayi kelaut dapat menjadikan perang besar dan dendam berkepanjangan,tetapi hal  tidak terjadi, malahan  hubungan perdagangan antara Blambangan dan Gersik  berjalan lancar.

[6] DR.Purwadi ,M.Hum, Dra .Enis Niken H.M.Hum . Dakwah Wali Songo, hal 9,Shaida Yogyakarta ,2007, via Sayed Alwi ,1957.

[7] DR.Purwadi ,M.Hum, Dra .Enis Niken H.M.Hum .ibid 17,,

[8]DR.Purwadi ,M.Hum, Dra .Enis Niken H.M.Hum ,ibid 18

[9] DR.Purwadi M.Hum, Dra Enis Niken H.M.Hum 2007. 110

[10] Dalam kajian sdr Muchlis Qomaruzzan, mahasiswa Syariah tingkat terakhir  Al Azhar University  dikemukakan.

[11] Dr.Purwadi M.Hum, Dra Enis Niken H.M.Hum 2007.90.

[12], Prof. Dr Drs I Ketut Riana.SU Nagara Krtagama bait 71, Kompas Media Nusantara, Jakarta,2009,  126

[13] Peningkatan kekuasaan dinasti  Buddha menyebabkan ummat Hindu berpindah ke timur, memperoleh kembali kekuatan di Timur kemudian mempersatukan kembali kekuatan dengan  Jawa Tengah d ,Renaissans Hindu terlihat pada bangunan Candi Prambanan , ( Dumarcay , 1978,3. De Klerk 1938 : 132-134). Prof Dr. Bambang Pranowo, M3mahyami Islam Jawa .Pustaka Alvabet dan INSEP,INDONESIAN INSTITUTE FOR SOCIETY  ENPOWERMENT 2009 115)

[14] DR.Purwadi M.Hum, Dra .Enis Niken H.M.Hum . op cit  111

[15] Dr.Puwadi M.Hum,Dra Enis Niken H.M.Hum 2007. 106

[16] Dr.Puwadi M.Hum,Dra Enis Niken H.M.Hum 2007. 110 via Kamajaya 1992:4.9

[17]Ibid 98

[18] Ibid 108

[19] Dr.Puwadi M.Hum,Dra Enis Niken H.M.Hum 2007. 107-

[20]  Dr.Puwadi M.Hum,Dra Enis Niken H.M.Hum 2007. 106

[21] Ibid .107

[22] Ibid 98

[23] Ibid 99

[24] Ibid 97

[25] Gelar Menakjinggo,yang diberikan Wali Sanga berarti Raja Agung. Jinggo ,atau merah adalah warna Keagungan ( Bendera Majapahit , adalah Merah dan Putih). Selain memiliki hubungan yang luas dengan adipati Islam di Tuban, Cirebon, Banten, Bhree Wirabhumi,juga mendapat pengakuan kerajaan Ming di China.

[26] Prof Dr. M,Bambang Pranowo , Memahami Islam Jawa,Jakarta  Pustaka Alvabet , Oktober 2009, 3, via Benda ,1958 .42

[27] Prof , Satjipto Rahardjo. Guru besar Emeritus Sosiologi Hukum, Universitas Diponegoro, Kompas 2009. Mengutip pendapat  disertasi Teun Jaspers 1980 berjudul Rechspreken in de masatschapij – Een onderzoek naar opvatingen over plaats en functie van de rechtspraak in het Nederlandse economische , sociale en politieke bestel van het einde van de achttiende tot het begin van de twintigste eeuw.

Wahai sang Garuda sudah saatnya  terbang tinggi  di angkasa , dan                                                                                                                                      Bersiul sekuatnya  menggetarkan angin.                                                                                                                                                                                                   Tinggalkan ayam yang memelihara,dan membodohkanmu                                                                                                                                                              Dia tidak  mencintaimu, karena  melabrakmu ketika belajar terbang dan                                                                                                                            memaksamu berkokoh seperti ayam jantan.                                                                                                                                                                                            Jati dirimu adalah garuda, bukan ayam                                                                                                                                                                                                     Terbanglah tinggi, lihat negerimu yang perkasa,                                                                                                                                                                     Bersiulah sekuatnya, dan kamu akan melihat  betapa takutnya para ayam itu

~ oleh sumono pada 30 Juli 2011.

6 Tanggapan to “SUNAN GIRI ,PUTRA BLAMBANGAN , PAUS ( KHALIFATUL Mu’minin )INDONESIA”

  1. Terima kasih pak Untuk tulisan tentang sunan Giri yang lengkap banget
    Ijin share di Blog saya pak.
    Salam

  2. Saya sepertinya dapat ide profil calon pemimpin negara ini, pak dari postingan Bapak Sumono ini… yaitu Dia harus memiliki tutur dan tingkah halus seperti budayanya Solo/Yogyakarta, dan juga memiliki hati dan pendirian keras seperti budaya Surabaya/Banyuwangi

  3. ini kalaupun Ada Pertimbangan, Di tokoh aceh mengatakan, Bahwa Merah Ishaq itu Nikah Dengan Putri Blambang, Karena Putri beliau tidak bisa di sembuhkan saat sakit, raja memberikan satu kebijakan siapa yang bisa menyembuhkan anak saya, saya akan menikah dengan nya.
    setelah di sembuhkan Meurah Ishaq, maka raja menikahkan anaknya dengan ulama negeri gayo ini yaitu Meurah Ishaq yang berasal dari takengon Linge anak ketujuh Raja Peurlak Pasai. setelah mereka di nikah lahirlah anak nya yang di beri nama Sunan Giri tersebut.

    tetapi cerita tersebut di atas tidak di muat, kenapa

    tks.

    • Bapak Jasa Purnama Arigayo…pertama tama saya saya sampaikan terima kasih berkenan berkunjung ke blog saya serta memberi info yang sangat berharga.
      Tentang saya tidak memilih versi ” raja memberikan satu kebijakan siapa yang bisa menyembuhkan anak saya, saya akan menikah dengan nya”.karena,.
      1.Versi ini disebut versi “Sayembara” , karena itu dalam versi ini putri Blambangan disebut Sekar Dadu ( Bukan Sekar Dalu ) . Dadu dalam bahasa Jawa adalah alat judi. Kami semua sepakat bahwa Maulana Ischak adalah ulama besar , malahan sangat besar karena belaiu guru para wali. Tidak ada alasan yang dapat dipercaya bahwa seorang ulama mau ikut dalam kegiatan yang bersifat judi /perlombaan ,dengan bungkus apappun.
      2.Demikian juga ditinjau dari kerajaan Blambangan. Kerajaan Blambangan adalah kerajaan bagian Majapahit sangat dihormati. Pada masa pemerintahan ayah Bhree Pangembangan, yaitu Bhree Wirabhumi, Blambangan mendapat kehormatan kunjungan Raja Majapahit prabu Rajasa Nagara ( 1379 M), dan dijadikan tempat pertemuan tiga negara bawahan Majapahit ( Blambangan , Madura , Bali).Jadi tidak mungkin kerajaan ini mengadakan sayembara seperti itu.Cerita cerita semacam itu, hanya ada dalam khasanah cerita Wayang Orang atau Ketoprak
      3.Dalam catatan sejarah ,banyak fakta yang menyebutkan bahwa Blambangan yang Hindu memiliki hubungan yang sangat baik dengan pedagang muslim, baik dipesisir utara Jawa maupun Melayu dan tanah Sumatera. Jadi pernikahan ini adalah alaiansi tentara Kerajaan Blambangan dengan kaum muslimin untuk membangun kembali Blambangan yang hancur karena Perang Paregreg.
      4.Ada bukti percintaan yang amat dalam antara Maulana Ischak dengan Dewi Sekardalu dan tanah Blambangan. Hal ini tidak mungkin ,perkawinan teresbut hasil dari sebuah lomba/Sayembara….yaitu ketika Maulana Ischak meninggalkan Blambangan, beliau bersumpah/berjanji akan melindungi negeri Blambangan dari serangan kaum muslimin dengan membawa tanah Blambangan. Tanah inilah yang kemudian diserahkan pada Sunan Giri, dan hanya pada tanah yang memiliki unsur yang sama belaiau mendirikan Kedaton Giri. Dalam penelitian lebih lanjut ternyata kedaton Giri , memang pelindung yang kokoh dalam membela Blambangan dari serangan Demak maupun Mataram. Karena perlindungan yang kokoh ini Islam berkembang seperti sungai yang mengalir, menghasilkan ummat yang sangat kuat imannya ( negeri santri), tetapi tetap memiliki culture Majapahit. Terima kasihTerima kasih

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: