AGUNG KUSWANDONO ,PUTRA BANYUWANGI DIRJEN BEA CUKAI TERMUDA SEPANJANG SEJARAH

TEMPO 09 Mei 2011

Bea-Cukai yang Bersih Bermartabat

PENGANGKATAN Agung Kuswandono sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai menandai sebuah perubahan penting di sentral pabean itu. Pos yang menjadi tulang punggung penerimaan kas negara itu sekarang bukan lagi “monopoli” birokrat senior seperti era sebelumnya. Dirjen baru yang usianya 44 tahun ini menggantikan Thomas Sugijata, yang segera pensiun. Pejabat sebelum Thomas, Anwar Suprijadi, pun diganti karena pensiun.

Jika sejumlah harapan diletakkan pada Agung, sejatinya itu bukan karena faktor usia saja. Sarjana kehutanan lulusan Institut Pertanian Bogor ini dikenal berani membersihkan rimba raya kepabeanan. Ia teguh menghadapi “binatang buas” yang selama ini membekingi para penyelundup dan pengemplang cukai.

Saat menjabat Kepala Bea-Cukai Bandara Soekarno-Hatta, ia memerintahkan penyegelan 12 helikopter bekas milik PT Air Transport Services karena perusahaan milik Bukaka itu belum menyertakan sertifikat kelayakan dan izin Bea-Cukai. Apalagi jaminan kepabeanan Rp 9 miliar belum dibayarkan. Agung tetap konsisten meskipun Jusuf Kalla, yang saat itu menjabat wakil presiden, sempat marah.

Ketika Agung menjabat Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea-Cukai Tanjung Priok, kantor itu berkali-kali melakukan gebrakan. Delapan kapal pengangkut kru pengeboran minyak lepas pantai yang tidak memiliki surat izin impor disita. Pabean Priok juga menggagalkan masuknya 395 ribu tabung gas impor tak berizin dari Cina. Majalah ini sampai menganugerahkan Tokoh Hukum pada 2007 untuk arek Banyuwangi itu.

Konsolidasi internal merupakan kunci suksesnya. Membenahi Bea-Cukai untuk mengurangi kebocoran pendapatan negara, baik karena penyelundupan maupun permainan kepabeanan yang lain, tak cukup mengandalkan keberanian semata. Yang tak kalah penting adalah membangun sistem untuk membersihkan atau setidaknya mengurangi godaan suap pada anak buahnya. Dengan cara itu, Agung bisa mewujudkan niat membangun Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai institusi yang bersih, berwibawa, dan bermartabat. Kendati dikenal tak pernah ragu mengganti bawahan yang curang, Agung perlu menggalang dukungan bawahan untuk mencapai tujuan besarnya.

Dukungan itu ia perlukan untuk membuat organisasinya semakin efektif menangkal penyelundupan dan menangkap pelaku smokel. Yang ditunjukkan Agung kurang dari sebulan setelah menjabat sangat memberi harapan. Bea-Cukai menyita 5.000 lebih sepatu merek MBT yang keluar dari Kawasan Berikat PT PW di Serang, Banten. Sepatu itu dikeluarkan secara ilegal dan akan dibawa ke sebuah gudang di Kawasan Balaraja, Tangerang, Banten, sebelum diekspor. Kawasan Berikat memang dilarang mengeluarkan hasil produksi tanpa izin dari petugas Bea dan Cukai. Pendapatan negara Rp 4,4 miliar bisa diselamatkan.

Secepatnya Agung perlu membenahi sistem, prosedur, dan metode untuk menangkal praktek buruk pengusaha mengakali bea masuk dan bea keluar. Bukan rahasia lagi “permainan” di sana sering melibatkan nama-nama besar dan mengakibatkan kerugian negara triliunan rupiah. Agung perlu memastikan sistem di kantornya bekerja untuk menghalangi anak buah yang lancung.

Pelantikan Agung merupakan peristiwa penting tidak hanya lantaran Bea-Cukai mendatangkan 35 persen pendapatan negara, tapi juga karena birokrasi, yang selama ini sangat didominasi ukuran senioritas ketimbang prestasi, ternyata bisa memberikan tempat kepada anak muda dengan kinerja terbaik

  • TEMPO 25 APRIL 2011

Inilah Profil Direktur Bea Cukai Baru, Agung Kuswandono

Senin, 25 April 2011 | 11:03 WIB

. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO Interaktif, Jakarta – Menteri Keuangan Agus Martowardojo menunjuk Agung Kuswandono sebagai Direktur Jenderal Bea Cukai yang baru, menggantikan Thomas Sugijata yang akan memasuki masa pensiun. Senin (25/4) sore ini rencananya Agus akan melantik Agung.

Usianya masih tergolong muda, 44 tahun. Namun, sederet langkah fenomenal telah dilakukan pria kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur ini. Langkahnya tak kenal kompromi, meski harus berhadapan dengan atasan. Wakil Presiden sekalipun.

Pada Maret 2007, saat menjabat Kepala Bea-Cukai  Bandara Soekarno-Hatta publik terhenyak oleh langkah Agung. Ia memerintahkan penyegelan 12 helikopter bekas milik PT Air Transport Services karena perusahaan milik Bukaka ini belum menyertakan sertifikat kelayakan dan izin Bea Cukai. Jusuf Kalla yang saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden pun sempat marah.

Tapi, lantaran jaminan kepabeanan Rp 9 miliar tak kunjung cair, heli yang digunakan oleh Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi itu tetap dibeslah. Berikut profil singkat Agung Kuswandono:

Nama : Agung Kuswandono

Lahir : Banyuwangi, 29 Maret 1967

Karier:

Kepala Bea-Cukai Soekarno-Hatta (Januari-Mei 2007)

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea-Cukai Tanjung Priok (Mei 2007-2008)

Pejabat Direktur Teknis Kepabeanan ( Februari 2008-2010)

Direktur Fasilitas Kepabeanan (Maret 2010-2011)

Pendidikan:

Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (1985-1990)

Universitas Colorado, Amerika Serikat (1995-1997)

Kekayaan tercatat tahun 2007: Rp 896,8 juta juta dan US$ 1.000

Gebrakan Agung:

Maret 2007 : Menyita 12 helikopter milik PT Air Transport Services milik Bukaka-perusahaan kepunyaan Wakil Presiden Jusuf Kalla-di Bandara Soekarno-Hatta.

Akhir Maret 2007 : Membeslah peti kemas berisi 36 ribu pasang sepatu merek Yonex milik PT Nagasakti Paramashoes Industry, kepunyaan Siti Hartati Murdaya, yang keluar dari kawasan berikat tanpa izin.

Pada 10 Agustus 2007: Bersama polisi menyita 8 kapal pengangkut kru pengeboran minyak lepas pantai yang tidak memiliki surat izin impor.

Akhir Oktober 2007: Menggagalkan masuknya 395 ribu tabung gas impor tak berizin dari Cina di Pelabuhan Tanjung Priok.

11 November 2007: Menahan tiga sedan supermewah-Ferrari, Lamborghini, dan Rolls-Royce-berdokumen palsu senilai miliaran rupiah di Pelabuhan Tanjung Priok.

Erwin Dariyanto | Evan Kusumah (PDAT)

~ oleh sumono pada Mei 13, 2011.

8 Tanggapan to “AGUNG KUSWANDONO ,PUTRA BANYUWANGI DIRJEN BEA CUKAI TERMUDA SEPANJANG SEJARAH”

  1. Luar biasa….temakaken kari wakeh wong
    Banyuwangi kang hebat,……..buru weruh iki…..kesuwun pak Sumono….

    • Dik Hari ini sd tgl 24 Oktober 2011, telah datang pelaku pertempuran laut Banyuwangi, bapak Laksda Gatot Suwardi, dan memberikan uri uri tentang pertempuran itu di Gedung Joang jln Veteran 1. Isun sing biso dampingi karena kudu menyang Singapore. Hubungi Ikaningtyas ( KOSEBA)

    • Dik Hari ini sd tgl 24 Oktober 2011, telah datang pelaku pertempuran laut Banyuwangi, bapak Laksda Gatot Suwardi, dan memberikan uri uri tentang pertempuran itu di Gedung Joang jln Veteran 1. Isun sing biso dampingi karena kudu menyang Singapore. Hubungi Ikaningtyas ( KOSEBA)

  2. jengirat tangi lare Banuwangi……..

  3. semoga dengan dirjend baru bea cukai semakin baik :)

  4. kapan sing salah lare iki bengen Alumni SMA.1 Banyuwangi,….pengurus Osis angkatan 85 atau 84

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.