PAMERAN LUKISAN UMBUL UMBUL BLAMBANGAN

— Setelah hampir tujuh tahun tidak menyapa khalayak pecinta seni rupa di Surabaya, 23 pelukis asal tanah Blambangan, Banyuwangi, menggelar pameran lukisan. Pameran ini bertajuk ”Umbul-Umbul Blambangan” diselenggarakan di Galeri Merah Putih dan Galeri Seni Surabaya, Kompleks Balai Pemuda, Surabaya, 24-31 Oktober 2010.
Pameran yang diprakarsai Bpk. Freddy, pemilik Filaderlvia Art Gallery Surabaya, yang berasal dari ROGOJAMPI menghadirkan sekitar 50 lukisan karya pelukis generasi tua dan muda dengan beragam corak dan aliran seni rupa mulai dari figuratif, realis, surealis hingga kontemporer.
Dari sederetan karya yang diapresiasikan tersebut, tampak lukisan berukuran besar berjudul ”Sunrise”. Lukisan tersebut melukiskan panorama alam dalam sapuan warna keemasan dengan perahu-perahu nelayan yang sedang bersandar di pantai. Lukisan bercitrakan perahu-perahu nelayan itu merupakan ciri pelukis Mozes Misdy.
Adapun S Yadi K dengan obyek penari berjudul ”Penari-Penari Gandrung Berdandan” dengan sapuan warna yang menjadi kekhasannya, tak ayal mengingatkan kembali eksistensi dan jati diri pelukisnya yang sampai sekarang bersikukuh pada corak lukisan yang menebarkan pesona impresif dalam komposisi warna maupun visualnya. Lukisan ini dan lukisan mbok Sun, akhirnya di koleksi oleh kolektor dari Jerman.
Begitu besarnya ,minat para kolektor, sehingga lukisan yang dibeli para kolektor mencapai lebih 50%.Oleh karena itu pemrakarsa bertekad akan menyelenggarakan pameran yang lebih besar di Jakarta, dengan kurator Nasional Agus Dermawan , yang juga berasal dari Rogojampi. Dan selanjutnya akan diteruskan ke tingkat Internasional , dan diselenggarakan di Singapore
KESINAMBUNGAN GENERASI TUA DAN MUDA.
Huang Fong, pelukis generasi pendahulu sebagaimana Mozes Misdy dan S Yadi K menghadirkan lukisan yang mengekspresikan seorang penari berjudul ”Tari Condong”. Pelukis generasi muda yang ikut terlibat dalam pameran ini pun seolah tak mau ketinggalan dengan pelukis pendahulunya antara lain Nanang Lugonto, Faizin, Iwan, Khojin, Budiyanof, Kik Wahyu Peshang
NANANG Lugonto
Karya-karya pelukis generasi penerus antara lain tampak dalam lukisan berjudul ”Napak Tilas Kursi Tertinggi” karya Budiyonaf, Nanang Lugonto dengan lukisannya berjudul ”Prahu Kusamba”, Joko Sun dengan lukisannya berjudul ”Ngathosan-Menunggu”, Kik Wahyu Peshang dengan lukisannya berjudul ”Story of Metamorphosis” dan Katirin dengan lukisan berjudul ”Waiting for the President Call”.


kami bangga sbg warga banyuwangi, karena beberapa pelukis dari banyuwangi sudah banyak dikenal di negeri ini. Sehingga membuat banyuwangi lebih dikenal lagi, Bukan hanya gandrung, rujak soto dan image jelek tenteng jaran goyang serta santet. ( Budhi Eska )
Setelah pameran itu, pelukis Banyuwangi semakin produktive
bagus tuh lukisan
Terima kasih mbak Ketut. Kemarin tgl 15 Desember saya ke Ubud , ternyata saya melihat lukisan Nanang dan Faizin yang dibeli orang bule.