PERANG PAREGREG ( TIDAK MERUNTUHKAN BLAMBANGAN)

Perang Tanding antara Baik dan Buruk ( Karya Ivan Hariyanto ,pelukis dari Banyuwangi)

Di masyarakat Banyuwangi , berkembang sebuah seni pertunjukan yang disebut Damarwulan. Seni pertunjukan ini menggambarkan tentang kekalahan /terbunuhnya raja Blambangan Minakjinggo oleh Damarwulan ,seorang Senopati dari Mojopahit. Aneh bin ajaib sebuah masyarakat menikmati kekalahan rajanya, sementara sering ditemui penulis , kelompok masyarakat yang tidak senang apabila idola daerahnya terkalahkan. Apakah masyarakat Banyuwangi sudah begitu well educated , sehingga menganggap siapapun yang melakukan kejahatan harus dilenyapkan,tidak peduli apakah itu raja daerah itu atau sebuah rekayasa yang sistimatis ,untuk memperlemah keberadaan masyarakat Blambangan?
Mengingat cerita yang terkandung dalam seni pertunjukan itu menggambarkan tentang perilaku prabu Menakjinggo, yang angkuh , culas, dan tak tahu diri karena ingin mempersunting /memperistri ratu Mojopahit Kenconowungu, padahal tidak ada kepantasan secuilpun yang dimiliki prabu Menakjinggo.Dia berasal dari suatu kerajaan kecil di ujung timur p.Jawa, rupanya begitu jelek, suaranya tidak menarik ( penggambaran Menakjinggo yang begitu jelek ini juga pernah disiarkan oleh Ketoprak Mataram melalui siaran RRI Yogyakarta sekitar tahun 1960an). Memang cerita Damarwulan dan Prabu Menakjinggo ini ditulis dalam buku Serat Kanda oleh sastrawan dari keraton Surakarta. Apakah penulis memiliki maksud tertentu dengan menggambarkan Menakjinggo sedemikian buruknya?
Professor Slamet Mulyana menulis bahwa penulis Serat Kanda hanya mengetahui kisahnya saja, tetapi tidak mengetahui fakta sejarahnya. Menurut beliau kisah Damarwulan dan Menakjinggo mungkin mendapat inspirasi dari Perang Paregreg yang terjadi setelah prabu Hayamwuruk ,sebuah perang yang berdampak besar terhadap keruntuhan Majapahit.
Pada masa Orde Baru (70an) rupanya mulai timbul kesadaran untuk membangkitkan semangat orang Banyuwangi , yang terimbas habis oleh peristiwa G.30.S.( Dan lagu Banyuwangi Genjer Genjer , yang merupakan lagu berbahasa osing pertama direkam dan dinyanyikan oleh Bing Slamaet dilarang beredar, karena diduga ada hubungannya dengan peristiwa tersebut)
Semangat itu tercetus juga ketika Pemerintah Daerah Banyuwangi, mengirimkan seni pertunjukan Damarwulan dan pentas di Taman Ismail Marzuki dengan membawakan pragment Damarwulan dan Menakjinggo.Dalam seni pertunjukan kali ini prabu Menakjinggo digambarkan sebagai pribadi yang baik.
Saking intellectualnya prabu Menakjinggo, dalam pragment itu dimainkan lagu klasik ‘ Fur Elise karya Bethoven , ketika prabu Menakjinggo lagi kasmaran.

Bagaimana sebenarnyaPerang Paregreg dan Menakjinggo itu

Seperti ditulis diatas , cerita roman Damarwulan dan Menakjinggo menurut Sejarahwan Slamaet Mulyana terinspirasi Perang Paregreg. Slamet Mulyana juga menjelaskan bahwa sebutan Perang Paregreg ,mengisyaratkan bahwa perang itu terjadi berkali kali , bukan perang frontal yang terjadi sekaligus.Perang ini bisa disebut juga perang Bharatayudha ,karena bercerita tentang perebutan kekuasaan antar keluarga antara Majapahit Barat dan Majapahit Timur.
Mungkin sebaiknya penulis awali dari awal berdirinya Majapahit Seperti diketahui ketika R.Wijaya harus merebut kembali tahta kerajaan ayah mertuanya Sri Kertanegara ( Raja Singasari) dari raja Kediri Jayakatwang , beliau menerima bantuan Arya Wiraraja (Adipati dari Madura). Dan ketika keinginan itu terpenuhi , kemudian didirikanlah kerajaaan Majapahit,maka Arya Wiraraja mendapat bagian kerajaan sebelah timur , semula dikenal sebagai Majapahit Timur, tetapi karena daerahnya sangat subur , dan menjadi pusat logistik Majapahit ( Lumbung Majapahit) , maka disebut Blambangan( dari kata Balumbungan) dengan ibukota Lumajang, sementara pusat (Kerajaaan Majapahit Barat ) menjadi milik R.Wijaya atau BHree Wijaya ( Brawijaya). Singkat cerita kekeluargaan ini tetap terpelihara sampai Majapahit mencapai puncak kejayaan ketika diperintah Sri Paduka Hayamwuruk.Masalah timbul ketika prabu Hayamwuruk meninggal dunia.Beliau tidak menyiapkan regenerasi kekuasaan dengan baik. Para pemangku Majapahit Barat menyerahkan kekuasaan kepada  putri Dyah Kusumawardhani , putri dari Permaisuri, tetapi, ternyata Dyah Kusumawardhani  tidak memiliki kecakapan memerintah . Dan secara perlahan dan pasti ,peranan ini kemudian digantikan suaminya yaitu Wikramawardhana.Maka Wikramardhana, jadilah raja Majapahit barat.
Nah dari sini timbul persoalan……apakah menantu lebih berhak dari putra selir yang telah mendapat kewenangan di Majapahit Timur?. Karena Prabu Hayamwuruk  mempunyai putra laki dari selir, yang telah diberi wewenang memerintah Majapahit Timur (Bhree Wirabhumi).

Mungkin ketika Dyah Kusumawardhani menggantikan Prabu Hayamwuruk Bhre Wirabumi masih bisa menahan diri, tetapi ketika Wikramawardhana mengambil alih kekuasaan , rupanya Bhre Wirabhumi mulai tidak bisa menahan diri… Dari segi silsilah Bhree Wirabhumi mempunyai kedudukan yang kuat. Dia menjadi anak pungut  Bhree Daha, pewaris sah dari Ken Arok dan Ken Dedes, dan permaisuri Bhree Wirabhumi adalah Bhree Lasem putri  dari adik Hayamwuruk Sri Wardhaniduhitateswari dan Bhree Pagunan ( Singhawarhana). Disamping itu pada zaman Wikramardhana, para pendeta Hindu mulai disingkirkan dari Keraton Majapahit ( NEGARAKERTAGAMA) sedang Bhree Wirabhumi berdasar darah dan keturunan adalah penganut Hindu yang kuat maka  perangpun tak dapat dihindari

Tetapi perang ini bisa diselesaikan dengan baik( win win solution) …. Wikramawardhana  berjanji akan menyerahkan kekuasaannya pada BhreeWirabhumi , dan untuk membuktikan kesungguhan itu Wikramawardhana menyerahkan adiknya untuk diperistri Bhree Wirabhumi ( dalam cerita Damarwulan dikenal Layang Seto dan Layang Kumitir)

Tetapi ketika Wikrawardana mengachiri pemerintahan dengan menjadi Bhiksu ( Pendeta Budha), ternyata yang diangkat sebagi penggantinya adalah putrinya yaitu Dewi Suhita.
Sejarawan Slamet Mulyana menulis dengan pemerintahan dewi Suhita ini maka berakhirlah pemerintahan wangsa Sanggramawijaya.
Artinya apakah Dewi Suhita yang tidak memiliki wangsa Sanggramawijaya ( Karena garis keturunan diturunkan dari pria) lebih memiliki hak untuk memerintah Majapahit dari Bhree Wirabhumi lebih memiliki hak sebagai wangsa Sanggramawijaya.?
(Seperti kita ketahui wangsa Sanggramawijaya , adalah keturunan langsung dari perkawinan Ken Dedes dan Ken Arok , yang oleh Pramudya Ananta Toer , dideskripsikan sebagai keturunan brahmana ,oleh karena itu menjadi penganut Hindu Siva yang teguh, dan fisiknya memiliki ciri Arya ).
Maka perangpun berulang kembali.Dan kali ini adalah perang frontal. Majapahit mengirimkan pasukan yang besar yang dipimpin Senopati Bhre Narapati , menggempur Majapahit timur sampai tuntas tas, dan lebih dari itu rupanya Bhre Narapati melaksanakan tugas keblabasan, karena dia juga memenggal kepala Bhre Wirabumi.
Sejahat jahatnya Bhree Wirabumi , dia adalah wangsa Sanggramawijaya yang perlu dihormati ( dalam bahasa jawa diungkapkan, tega myang uripe, ora tega myang patine atau mikul duwur, mendem jero). Pemenggalan Kepala Bhree Wirabhumi sangat disesali pemangku Majapahit Barat.Kehormatan Bhree Wirabhumi dikembalikan , dan  kepala Bhree Wirabumi dimakamkan secara terhormat dalam candi LUNG. Dan tiga tahun kemudian Bhree Narapatipun dipancung

Sejarah membuktikan bahwa Majapahit Barat , tanpa dukungn Majapahit  Timur berantakan ( Sirna Ilang Kertaning Bhumi). Dan Majapahit Timur , berjaya sampai tiga ratus setelah Majapahit runtuh . ( Baca  Apakah Wangsa Arya leluhur orang Blambangan? . atau Perkembangan Islam di Blambangan.)

Beginilah cerita dari ilmu gathologi ( digatok- gatokan jadi).Silahkan menafsirkan siapa sebenarnya Bhree Wirabumi alias Menakjinggo itu.

MENAK JINGGO
Sopo bain arep takon aran isun Menak Jinggo
Lamat-lamat semeriwing ring kuping
Nalikane isun kelayung-layung ring gendongan
Emak-Bapak sing leren-leren ngudang
Anak isun lanang satrio bagus gagak perkuso
Dadio agul-agul sun iring pujo lan puji

Sopo bain arep takon aran isun Menak Jinggo
Isun sing perduli asal isun teko endi
Embuh lahir nong Keraton
Embuh lahir nong gelengan
Emak-Bapak karepe wis sun turuti
Sun tancep tanggul-tanggul lan umbul-umbul
Sak ubenge tanah Blambangan

Sopo bain arep takon aran isun Menak Jinggo
Pancen ono pecake tatu ring awak isun
Peninhsete tando bahkti nang rojo Mojopahit
Ngukuhaken jejege sengker Blambangan
Sirepo geni kawah ijen
Sing arep gingsir tekadisun
Mulyakaken Blambangan

Andang CY

~ oleh sumono pada Maret 5, 2010.

8 Tanggapan to “PERANG PAREGREG ( TIDAK MERUNTUHKAN BLAMBANGAN)”

  1. Boleh juga ilmu gathologinya (he he he) tapi apa sampeyan sebagai orang Blambangan tahu kalo Damarwulan dan Minak Jinggo adalah saudara kembar….(????) Cerita itu (Damarwulan) berdasarkan kisah nyata, ada beberapa missing dalam kitab2 sastra (sejarah) maupun kesenian yang kemudian muncul, sumber kekacauan sebenarnya berada (berawal) dalam istana Majapahit sendiri karena Sang Permaisuri tak mempunyai anak laki-laki sedang dari selir (cicit arya wiraraja atau cucu nambi… mungkin juga..) punya dua anak laki-laki (kembar), karena hal inilah oleh Sang Permaisuri mereka coba disingkirkan dari istana……singkat cerita aja sang ibu mati, anak yang satu (Minak Jinggo = …..) diangkat anak oleh panguasa Daha kemudian yang satu hilang (???) dan muncul kemudian sebagai Damarwulan (Sang Pengelana = batur = pekathik = …..) tapi guru mereka berdua sama ….wuah aneh dan seru ya… (ini kalo sampeyan percaya tapi…, kalo ndak ya silahkan tanya yang nglakoni cerita aja deh…he he he…bisa kok kalo sampeyan mau…)

  2. kelendi kang lukisane oseng asli nyontek lukisani mbah basuki abdullah iku a cuma riko walik asline gatot kaca vs antasena duel…..

    • Kesuwun dik. Lukisan Ivan Hariyanto itu dibuat 25 tahun yang lalu, sekarang sudah meninggalkan gaya ini. Untuk lebih tahu perkembangan Ivan Hariyanto , bisa klik Ivan Sang Perupa, atau Kota Imajinasi Ivan Hariyanto,Tempo Interaktif .com 19 Des 2010. Ivan dengan susah payah saya minta melukis waktu saya jadi manten 40 tahun yang lalu. Alhamdulillah mau , dan itu katanya lukisan naturalis terakhir .

  3. Saudara pengarang yang terhormat,

    Mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kurang tepatnya cerita diatas, bahwa gambaran sesosok minakjinggo yang menakutkan, menyeramkan dll seperti saudara tulis.
    menurut saya yang jelas Minak Jinggo itu adalah seorang KSATRIA yang gagah perkasa dan pemberani pada waktu itu, dan menurut saya sosok damar wulan kita anggap sebagai “BAJINGAN BERTOPENG” merebut dan mengadakan pendekatan kepada istri Minakjinggo, dan lebih parahnya lagi KENAPA HARUS MENCURI pusaka besi kuning milik Minakjinggo?, ini menurut saya sangat aneh, lucu trus terlalu dipolitisir, kenapa tidak diajak perang tanding saja supaya lebih LELAKI.

    Dan ada sebuah cerita lagi kalo mencuri itu adalah salah satu strategi perang namun menurut saya apakah itu bisa disebut sebagai kesatria??

    jawaban orang Blambangan pasti tidak, kenapa? ya karena damar wulan itu MALINGGGG…. jadi jangan diagung-angungkan atau di elu-elukan. dan lebih parahnya lagi minakjinggo digambarkan orang yang buruk rupa (BUTO) itu terlalu over ekting.

    Trus setiap ada pertunjukan ketoprak atau ludruk atau pertunjukan apa sajalah coba perhatikan SESOSOK DAMAR WULAN PASTI DIGAMBARKAN SEORANG BANCI, mulai dari tuturnya, wajahnya, dll ngga keliatan kelakiannya (ALAY).

    saya komentar bukan bermaksud tidak menyenangkan kepada penulis, tapi mari kita lihat kejadian demi kejadian dari isi cerita sangat tidak sesuai dilapangan.

    Trima kasih. (Wong Blambangan)
    sriyadi.wiranegara@gmail.com

    • Terima kasih pak Sriyadi, saya sependapat sepenuhnya dengan pendapat pak Sriyadi, bahwa Menakjinggo / Bhree Wirabhumi adalah seorang ksatrya, dan beliau adalh orang berhak atas tahta kerajaan Majapahit, karena beliau adalah putra satu satunya prabu Hayamwuruk , dan berasal dari darah biru Sanggamrawijaya. Bhree Wirabhumi telah dipersiapkan Hayam wuruk sebagai adipati Majapahit Kedaton Wetan , dinikahkan dengan putri adik kandungnya yaitu Bhre Lasem. Dan mertuanya Bhre Manahun adalah adipati yang faham tentang strategy perang dan Tatanegara ( NegaraKrtagama).
      Mohon jika berkenan membaca tulisan yang lain dalam Sejarah.
      Saya terima kasih sekali lagi , atas kritiknya…..sehingga saya memperbaiki nya.

      • Yang terhormat pak. Sriyadi terima kasih. Saya sependapat pak Sriyadi….bahwa saya juga berpendapat bahwa Menakjinggo/Bhree Wirabhumi adalah ksatrya ….Menakjinggo adalah putra kinasih Hayam Wuruk …karena itu dia diangkat sebagai Nararya Blambangan…..mungkin prolognya yang mengungkap bahwa orang Banyuwangi tidak berdaya menghadapi kampanye yang menjelekkan …..meskipun dalam hati memberontak terhadap delegemitasi dan sinisme itu…..dan dalam rangka melawan delegimitasi dan sinisme itulah blog ini dibuat.Saya akan segera memperbaiki tulisan ini agar tidak terjadi salah faham.Kesuwun.

  4. Sukses buat situs ini, masih ingat sejarah tentang minyakjinggo, damawulan, terus kembangkan sejarah yang ada. jangan tergerus dengan masa kini, yang sudah kebarat baratan.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.