MURID SMPN ROGOJAMPI HASILKAN KERAJINAN TEMPURUNG KELAPA ,DIMINATI PASAR
Dituli
s oleh redaksi DUTHA EKSPRESSI Kamis, 07 Januari 2010 09:10 PDF Cetak E-mail



Hasil ketrampilan murid SMPN Rogajampi Banyuwangi yang diminati pasar domestik dan mancanegara
SUNGGUH PATUT DIBANGGAKAN.. Hanya dengan berbahan baku limbah kaleng minuman dan batok atau tempurung kelapa, sebuah sekolah di Banyuwangi berhasil memproduksi kerajinan lampu hias berkualitas eksport. Karena bentuknya yang unik, kerajinan buatan murid SMP tersebut banyak diminati masyarakat luas. Bahkan kini diminati pasar domestik dan mancanegara, termasuk di antaranya Prancis. Beginilah aktivitas murid Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Satu Atap Desa Watukebo Rogojampi Banyuwangi. Di saat jam pelajaran bidang studi keterampilan, mereka membuat lampu berbahan baku bekas, seperti batok kelapa dan kaleng minuman.Ide tersebut muncul setelah mereka banyak menemukan kaleng minuman dan batok kelapa dibuang begitu saja. Atas dasar ide tersebut, para murid tertantang untuk membuat sebuah kerajinan yang memiliki nilai ekonomis sangat tinggi. Bahkan hasilnya sungguh membanggakan, kini kerajinan buatannya mampu menembus pasar dalam dan luar negeri. Pengerjaan lampu hias ini, bagi para murid tidaklah sulit. Tempurung atau batok kelapa dikupas hingga bagaian kulitnya bersih. Agar mendapatkan hasil yang bagus, tempurung dihaluskan dengan gerenda. Setelah halus, tempurung dibentuk sesuai keinginan dan kemudian direkatkan menggunakan lem dengan tempurung lainya. Murid-murid SMPN Rogojampi menunjukkan beberapa hasil keterampilan buah tanganya Murid-murid SMPN Rogojampi menunjukkan beberapa hasil keterampilan buah tanganya Setelah menyatu dan sudah terbentuk ujung tempurung diberi tempat dop lampu. Agar kelihatan menarik, tempat lampu diberi penutup atau kap yang terbuat dari ketapas kelapa yang dilengkapi dengan berbagai aksesoris. Menurut guru pembimbing, Made Widodo, pembuatan kerjinan itu adalah untuk memberikan bekal, agar murid bisa mandiri. Selain itu untuk memacu semangat para murid untuk modal berwira usaha. Apalagi keterampilan tersebut sudah masuk kurikulum muatan lokal di sekolah tersebut. Hasil penjualan lampu hias buatan murid ini akan dipergunakan untuk membeli peralatan keterampilan di sekolah. Selain lampu hias, berbagai jenis kerajinan dihasilkan para murid, ada tempat perhiasan, pot bunga, dan berbagai macam hiasan dinding. Untuk jenis lampu hias dijual seharga 45.000 rupiah. Sedang tempat perhiasan dijual seharga 25.000 rupiah. Sementara itu, untuk memenuhi pesanan luar dan dalam negeri, dalam bulan Januari ini, para murid harus menyelesaikan seribu lampu hias. Sedang pesanan yang paling banyak adalah negara prancis. (ifuls/tim dhuta ekspresi online) Terakhir Diperbaharui ( Jumat, 08 Januari 2010 14:17 )

keren2 ^_^
bisa minta foto2 barangnya? saya mau coba2 jual ke temen2
Tks perhatiaannya. Akan segera dihubungi. Tks
ison bangga dadi larek INDONESIA kang akeh kebudaya’ane paren maneng watukebo hen acungi jempol khususe lare oseng BANYUWANGI
Insyaalloh wong Banyuwangi mampu berkontribusi pada INDONESIA yang kita cintai. Dirgahayu Indonesia.
Insyaalloh wong Banyuwangi mampu berkontribusi pada INDONESIA yang kita cintai. Dirgahayu Indonesia.