KAN KUSEBUT APA NAMAMU SAUDARAKU …dr. BAYU SANTOSA
Mahasiswamu menyebutmu guru yang hebat
M.L.D.I menganugerahkan sebutan DOKTER MULIA
Dekan Fak Kedokteran Unair menyebutkan dokter yang tidak diragukan lagi Kompetensinya dan kemampuannya
Dan IDI menetapkan sebagai seorang anggota Team Dokter Presiden Suharto
Wyana saudaramu, dengan kagum menyebutmu seorang dokter yang berjoang
di gempa Yogja dengan alat sederhana yang mengundang decak kagum
Dan Sarwono saudaramu dengan bangga menyebutnya sebagai pejoang kemanusiaan
Sudah terlalu lama kita tidak bertemu saudaraku…..dan sudah terlalu lama baktimu yang
tak diketahui
Tetapi saudara saudaramu tidak tahu menyebutmu……
Di malam yang sunyi ini dengan terbata bata dan haru
Aku hanya mampu menyampaikan terima kasih untuk baktimu
Dan dari qalmuku yang paling dalam kusebut namamu
Bayu Santosa saudaraku di SMAN dulu……
*MLDI .Mailing List Dokter Indonesia
NOTE:
INI ADALAH SMS DARI dr BAYU SANTOSA, Tentang penulisan diatas melalui smsnya
“Mas Sumono , those words in your email are so beautiful.
I’m very proud of it not due to what I’ve done but because Iwas graduated and shape by my loved SMAN B’WANGI.
Thank U so much
———————————————————————————————————————————–
* Untuk mengingat betapa dahsyatnya gempa Yogja tersebut, saya sertakan tragedy DIAN
DIAN ,MENANGISLAH !KARENA INDONESIAPUN MENANGIS.
Sudah berhari hari Singapore diguyur hujan,dan ketika hari ini udara sangat cerah ,alangkah segarnya.Kicauan burung dari Green Oval Garden merangsang untuk menikmati pagi yang cerah bersama cucu cucu.Maka akupun berangkat ke taman Green Oval .
Ketika sedang berlari lari kecil ,seorang gadis remaja memperhatikan kehadiran kami, tersenyum kemudian menyapa; Eyangnya Mikail ya pak ? Salam ya untuk mamanya Mikail.
Kemudian dia meninggalkan kami karena keponakannya sudah jauh berlari lari.Tetapi sebagai orang yang sudah S2 (Sudah Sepuh alias sudah tua ),perasaanku mengatakan ada sesuatu yang diperhatikan dari penampilanku dan ada sesuatu yang ingin disampaikan.Aku mengira ngira sejenak tetapi tingkah cucuku dengan cepat menghilangkan perasaan itu.Ketika keringat sudah membasahi badan kami dan nafasku sudah tersengal sengal ,pulanglah kami menyudahi hari yang indah ini .
Sampai di apartement, anakku menyapaku : “Oooo pakai kaos ini ya pa?”.Aku heran mendapat sapaan itu,karena rasanya tidak ada yang salah dengan kaos yang kupakai ini: Memang kenapa?
Anakku kemudian menjelaskan ; Tulisan di kaos papa itu meningatkan dia , pada peristiwa gempa di Yogya dan perjalanan hidupnya. Menyedihkan pa…………
Anakku berhenti bicara dan kulihat matanya berkaca kaca
Tulisan dikaos yang kupakai itu bunyinya :
TRAVEL WARNING.
INDONESIA
DANGEROUSLY BEAUTIFUL
Kaos ini kuterima dari Iwan esjepe, seorang muda yang yg penuh passion dan energi melakukan kegiatan sosial , mulai dari keperhatinan dia pada bencana alam di Indonesia sampai melawan travel warning dari negara2 maju. Dia mencetak puluhan ribu sticker dan ribuan kaos yang dibagikan pada teman2nya untuk diedarkan dan ditempel di kopor2 perjalanan.Dan menyebarkan luaskan kegiatannya melalui blognya INDONESIA BERTINDAK Dan aku kebagian sticker untuk aku berikan pada orang2 yang berangkat keluar negeri dan kaos untuk aku pakai di Singapore.
Tak kusangka kata2 di kaos ini dapat membuat seorang remaja putri menangis mengenang Indonesia kita.
Gadis remaja itu bernama Dian, salah satu putri , dari bapak Indonesian dan ibu Singaporean.Ayahnya seorang konsultan di Singapore
Ketika ibunya mengandung Dian ,ayahnya menginginkan anaknya lahir dan menikmati masa kecil di Indonesia.Keluarga ini kemudian memutuskan untuk menetap di Yogyakarta.Indonesia.
Ayahnya meneruskan pekerjaan sebagai konsultan dan juga menjadi dosen .
Semua berjalan lancar , cukup dan penuh bahagia . Ketika Dian menginjak klas 2 SMA, ayah Dian meninggal dunia.
Keluarga ini meneruskan perjalanan hidupnya sambil terus berjuang hidup semampunya,serta berusaha mewujudkan angan angan ayahnya menjadi keluarga yang bahagia dan menjadikan anaknya menjadi anak yang dapat dibanggakan.
Kehidupan memang bertambah berat namun kehadiran neneknya yang berwajah sejuk dan menentramkan, membuat keluarga ini mampu mengatasi tantangan kehidupan.
Alangkah bahagianya Dian ketika harapan ayahnya dapat dicapai .Dia diterima di almamater ayahnya,di Universitas Gajah Mada yang tercatat sebagai Universitas yang baik di dunia .
Ketika cahaya kehidupan keluarga Dian mulai merekah…tidak seorangpun yang menyangka Yogyakarta dan sekitarnya terserang gempa dahsyat.
Bencana ini mulai mengharu birukan ,kehidupan Dian. Nenek sang penghibur hati dan yang dicintai meniggal dunia, rumah warisan ayahnya hancur berantakan.Memulai kehidupan dari titik yang tak di sangka2 alangkah sulitnya,
Akhirnya keluarga ini memutuskan pindah ke Singapore bergabung dengan keluarga ibunya.Dian masih ingat bagaimana hebatnya media Singapore menyambut kedatangannya pengungsi dari Yogya termasuk dirinya.
Selama di Singapore,Dian meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya,untuk mengisi waktu luangnya,dengan harapan nanti bisa kembali ke Yogya dan melanjutkan kuliahnya di Universitas Gajah Mada. Waktu terus berlalu dan harapan itu semakin hari semakin sirna.
Hidup sebagai warga Negara Indonesia di Singapore,sungguh sangat mahal,namun motivasi untuk melanjutkan kuliah tak pernah surut. Prestasi di SMA yang sangat bagus dan kemampuan bahasa Inggrisnya ,mengantar Dian diterima sekolah yang sangat bergengsi di Singapore.
Kini pilihan hidup menjepitnya, pulang kembali ke Indonesia tak terbayangkan beratnya.Hidup di Indonesia harus dimulai dari titik nol,ayah dan nenek sudah meninggal ,rumah sudah hancur berantakan ,sedang hidup dan tinggal di Singapore sebagai orang Indonesia, dan kuliah di Universitas yg berstandard International sungguh tak tertanggungkan biayanya .Ibu sudah semakin tua ,adik perlu biaya untuk bersekolah.
Hanya dengan menjadi warga negara Singapore maka kesulitan hidup dapat teratasi, karena pemerintah Singapore menyediakan berbagai macam subsidi bagi warga negaranya dan sekolah dengan biaya murah.Lagi pula Universitas menjanjikan bea siswa bagi mahasiswa yang berprestasi.
Kini Dian harus menetapkan pilhannya,pilihan yang tak tertnggungkan beratnya…
Dari telepon selularnya diseberang sana terdengar suara Dian lirih dalam isak tangis;Akhirnya aku meninggalkan warga negara Indonesia mbak dan menjadi warga Negara Singapore………….. Duh Gusti(ALLah) nyuwun gunging pangaksami..
Dian menangislah, karena kami dan Indonesia mu pun menangis
Like this:
Be the first to like this post.
~ oleh sumono pada September 6, 2009.
Ditulis dalam Tokoh